"Kami akan meninggalkan suku-suku di sekitar Misurata karena rakyat Misurata bisa menangani situasinya dengan baik," ujar Khalid Kaim seperti dikutip
Al Jazeera, (Sabtu, 23/4)
Menurutnya, pemerintah Libya telah berhasil meredakan konflik yang telah terjadi selama berminggu-minggu di Misurata.
Suku-suku di Misurata sempat marah karena kehidupannya telah terganggu oleh pertempuran yang terjadi berminggu-minggu yang telah merusak akses jalan utama di pesisir dan juga telah menghentikan aktivitas perdagangan di kota itu.
[arp]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: