"Iya kita menolak. Bahkan itu ada surat resminya yang kita layangkan," kata Agus saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 4/4).
Tapi, anggota Komisi II DPR ini mengakui pihaknya belakangan menerima rencana pembangunan gedung DPR tersebut. Tapi, katanya, PKS merupakan partai terakhir yang menerima rencana itu setelah ada kesepakatan bersama.
"Jelang lebaran tahun lalu, kita ada
bargaining. Ok diterima gedung DPR, tapi untuk gedung di daerah-daerah, pembangunan rumah aspirasi (untuk anggota DPR), dibatalkan. Pada saat itu semua fraksi sepakat," tegasnya.
Namun, belakangan, banyak fraksi yang tidak konsisten dengan kesepakatan tersebut. Beberapa fraksi, teranganya, menolak rencana pembangunan gedung DPR yang baru. Karena kesepakatan tidak diindahkan, terangnya, PKS juga kembali surat yang pernah dikirim ke pimpinan DPR sebelumnya; menolak pembangunan gedung DPR.
[zul]
BERITA TERKAIT: