"Dalam menghadapi perkembangan
parliamentary treshold, yang akan ditingkatkan itu, PBB mencoba untuk menjajaki bersama-bersama, bukan hanya dengan PPP, tapi juga PKNU. Kita ingin PBB, PKNU,PPP, bisa membangun sebuah kekuatan partai politik Islam," kata Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang, MS Kaban, kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 3/4).
Namun, bagaimana bentuk membangun kekuatan bersama itu, apakah modusnya melakukan konfederasi partai, aliansi partai, ataukah modus-modus lainnya, hal ini tergantung undang undang Pemilihan Umum yang saat ini sedang dibahas DPR.
Selain itu juga, terangnya, wacana penggabungan itu tergantung, hasil verifikasi partai politik di Kementerian Hukum dan HAM dan muktamar PPP. Mukmatar PPP ini penting, sebutnya, karena belum tentu ketua umum PPP mendatang sepakat dengan komunikasi yang telah dibangun.
Pada awalnya, sambung Kaban, Partai Matahari Bangsa juga diikut dalam penjajakan tersebut. Tapi belakangan, partai yang didirikan oleh aktivis muda Muhammadiyah itu tidak lagi terlibat. Bagaimana dengan PKS, mantan Menteri Kehutanan ini mengaku partai yang bermotto partai peduli dan bersih itu tidak perlu untuk diajak bersama. Karena PKS sudah bisa berdiri sendiri.
[zul]
BERITA TERKAIT: