Mestinya Ahmadiyah Manfaatkan Ruang Dialog untuk Klarifikasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 24 Maret 2011, 08:39 WIB
Mestinya Ahmadiyah Manfaatkan Ruang Dialog untuk Klarifikasi
ahmad rubaie/ist
RMOL. Kementerian Agama menggelar pertemuan dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan organisasi kemasyarakat Islam untuk menampung pendapat tentang solusi terbaik untuk persoalan Ahmadiyah.

Langkah Menteri Agama Suryadharma Ali yang menginisiasi pertemuan tersebut dipuji.

"Saya tentu harus memuji langkah Kementerian Agama, Pak Suryadharma Ali. Karena memang itu tufoksi dia, melakukan fasilitasi dialog antarberbagai komponen masyarakat. Pak Suryadharma Ali berarti sudah melaksanakan permintaan Komisi VIII DPR," kata anggota Komisi VIII DPR Ahmad Rubaie kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 24/3).

Karena itu, politisi Partai Amanat Nasional ini menyayangkan Jemaat Ahmadiyah tidak menghadiri forum tersebut. Menurutnya, forum tersebut merupakan wadah yang baik bagi JAI untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat seputar Ahmadiyah. Forum itu juga dimaksudkan sebagai sarana untuk mencari solusi atas persoalan yang selama ini menyelimuti Ahmadiyah.

Makanya, dia menolak pemerintah dinilai tidak netral, yang dijadikan alasan oleh Ahmadiyah untuk tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

"Tidak betul itu. Karena pemerintah telah melakukan fungsinya. Lagipula, jangan dulu memberika kesimpulan sebelum dilakukan. Mestinya kesimpulan itu diambil setelah (pertemuan) berlangsung," katanya.

Bila pertemuan itu hanya Kementerian Agama dan JAI, mantan anggota Komisi III DPR ini memaklumi kalau JAI menolak. Tapi dikatakannya, pada pertemuan itu, Kemenag hanya memfasilitasi dan mengundang berbagai elemen masyarakat, termasuk LSM yang selama ini menyuarakan pembelaan terhadap Ahmadiyah. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA