"Jadi memang menurut saya, Partai Demokrat mendesak ada
reshuffle. Tapi apakah desakan yang disebut Pak SBY itu (Partai Demokrat) atau ada kekuatan lain, kita tidak tahu. Tapi, kalau kita ikuti pemberitaan ada kesan kuat Partai Demokrat ingin agar SBY me-
reshuffle," kata pengamat politik senior Salim Said kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 15/3).
Tapi siapa sebenarnya yang mendesak SBY?"Saya nggak tahu, saya tidak lihat. Yang saya lihat Demokrat saja. Mungkin juga ada anggota koalisi, tapi itu tidak sedramatis Partai Demokrat," nilainya.
Meski tidak jadi merombak kabinet, bukan berarti SBY tidak mendengarkan suara partainya. Karena sebagai Presiden, terang Salim Said, SBY tentu punya pandangan lain yang dia dengarkan dari banyak sumber, tidak hanya berdasarkan masukan dari Partai Demokrat.
Tapi, dengan tidak jadi merombak kabinet, bukankah itu Presiden SBY telah menampar atau mempermalukan Partai Demokrat, karena imbauannya tidak didengarkan?
"Itu biarlah pembaca yang mengambil kesimpulan. Tapi Bapak Presiden tidak mau didesak-desak," jawabnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: