"Apalagi jika alasan utama
reshuffle kabinet semata-mata karena kemarahan partai tertentu dan Presiden," tegas anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo dalam siaran pers yang diterima
Rakyat Merdeka Online (Minggu, 6/3).
Untuk meraih kembali kepercayaan dan keyakinan rakyat, Presiden SBY justru harus memperbaiki dan meningkatkan efektivitas kepemimpinannya di kabinet maupun koalisi. Hanya itu opsi yang tersedia bagi Presiden, setelah PDIP konsisten menolak bergabung dalam koalisi pemerintahan sekarang ini.
"Sebagian besar publik kita tidak antusias mengikuti isu
reshuffle kabinet. Selain karena isu ini sudah bergema selama berbulan-bulan, berbagai elemen masyarakat pun tidak yakin bahwa reshuffle kabinet bisa memperbaiki dan meningkat efektivitas pemerintahan," ungkap wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini.
"Publik sudah yakin bahwa kunci peningkatan kinerja pemerintahan sekarang ini adalah efektivitas kepemimpinan presiden dan bukan semata-mata
reshuffle kabinet," tambahnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: