"Tentunya SBY memerlukan waktu, renungan, pemikiran. Tapi dia kan sudah jelas mengatakan, secepatnya. Itu bisa dalam hitungan minggu bahkan hari. Urusan secepatnya ini bukan menggunakan ukuran orang biasa, yang seketika," kata Sekretaris Dewan Kehormatan DPP Partai Demokra Amir Syamsuddin kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 4/3).
Tapi, berlarut-larutnya isu reshuffle KIB II akan membuat kegaduhan politik semakin lama. Bila tidak segera membuat kepastian, sama saja SBY menginginkan kegaduhan politik terus terjadi. Anggapan ini dibantah mantan Sekjen partai berlambang bintang mercy tersebut.
"SBY ini paling tidak suka kegaduhan. Dalam berbagai kesempatan, dia mengatakan kepada kami untuk menghindari kegaduhan. Orang yang kurang sabar itu lah yang buat kegaduhan. Tak masalah sedikit terlambat, tapi keputusaun (yang akan diambil) itu bagus, daripada terkesan cepat, tapi ceroboh," ungkapnya.
Politisi yang juga pengacara senior ini memastikan SBY akan mengambil keputusan. Dalam membuat keputusan tersebut, lanjutnya, SBY tidak hanya berdasarkan kalkulasi politik semata, tapi juga mempertimbangkan basis kinerja menteri dan hasil kajian Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan.
[zul]
BERITA TERKAIT: