RESHUFLE KIB II

Jika Masih Yakin Didukung Rakyat, SBY Harus Berani Abaikan Parpol

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 04 Maret 2011, 14:33 WIB
Jika Masih Yakin Didukung Rakyat, SBY Harus Berani Abaikan Parpol
saleh daulay/ist
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus segera mengakhiri dan memberi kepastian apakah akan me-reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II atau tidak, pasca sidang Paripurna DPR tentang hak angket pajak.

Tapi, sayangnya, kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay, untuk menentukan apakah akan me-reshuffle, Presiden lebih mementingkan keamanan politik di tingkat parlemen daripada memaksimalkan kerja pemerintah dalam melayani rakyat.

"Presiden kelihatannya lebih takut kepada partai-partai politik yang berkuasa daripada kepada rakyat yang telah mendukungnya pada pilpres yang lalu," kata Saleh kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 4/3).
 
Kalau yakin masih didukung oleh rakyat, sambung Saleh, Presiden SBY sepatutnya tidak perlu takut untuk melakukan restrukturisasi anggota koalisi. Sebaliknya, Presiden lebih baik SBY mempertimbangkan untuk berkoalisi dengan rakyat dengan cara melakukan kerja keras dalam memperbaiki kualitas hidup mereka.

"Saya yakin bila kualitas hidup rakyat sudah terjamin, mereka pasti akan mendukung dan mem-back-up seluruh kebijakan-kebijakan pemerintah," demikian Saleh yang menggondong tiga gelar master dari dalam dan luar negeri ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA