Inilah Makna Pernyataan SBY 'Satu Dua Partai Melanggar Kesepakatan'

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 02 Maret 2011, 22:57 WIB
Inilah Makna Pernyataan SBY 'Satu Dua Partai Melanggar Kesepakatan'
Romahurmuzy/ist
RMOL. Rencana tata ulang koalisi pemerintahan SBY-Boediono saat ini belum ideal bila PKS dan Partai Golkar dikeluarkan sementara PDI Perjuangan dan Partai Gerindra belum memberikan kepastian akan bergabung dalam barisan partai politik pendukung pemerintah.

Namun karena bukan situasi ideal, Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuzy memakai matematika sederhana untuk membuat hitung-hitungan politik partai koalisi, yaitu, 6 - 2 + 2 = 6. Artinya, jika keluar 2 partai, masuk 2 partai. Tapi, bila keluar 1 partai, masuk 1 partai.

"Namun mengingat potensi resiko meletakkan Partai Golkar di luar kabinet, perlu pertimbangan yang masak untuk melangkah lebih jauh. Inilah yang tercermin dengan kalimat Presiden (SBY) kemarin, 'satu-dua parpol melanggar kesepakatan koalisi'," kata politisi muda PPP ini dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online malam ini.

Kalau memang SBY sudah firm bahwa dua partai politik positif akan ditendang dari pemerintahan, tentu kalimatnya menjadi, "dua partai politik langgar kesepakatan koalisi".

"Tapi dengan frasa 'satu-dua' itu, dugaan saya SBY masih menimbang posisi PG.
Selanjutnya, kalimat 'langgar kesepakatan koalisi', berarti  betapapun dibantah oleh parpol 'satu-dua' ini, evaluasi SBY sudah final. Kunci selanjutnya, tinggal menunggu kesediaan PDIP," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA