SBY Langgar Etika Konstitusi Bicara Partai Politik di Istana Negara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 02 Maret 2011, 20:10 WIB
SBY Langgar Etika Konstitusi Bicara Partai Politik di Istana Negara
presiden sby/ist
RMOL. Ada beberapa kalangan yang menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melanggar konstitusi karena menggunakan Istana Negara untuk membicarakan partai politik kemarin petang. Namun hal itu dibantah.

"Ini saya kira soal kecerdikan orang melihat persoalan. Secara konstitusional tidak ada yang dilanggar. Kita memang kritis, tapi tetap fair (dalam menilai), itu bukan melanggar konstitusi," kata pengamat hukum tatanegara Margarito Kamis kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Rabu, 2/3).

Meski begitu, lanjutnya, dari segi etika konstitusi SBY tidak layak menjadikan Istana sebagai tempat untuk membicarakan partai politik. Pasalnya, partai politik bukan bagian dari pemerintahan.

"(Kalau melanggar) dari segi etika konstitusinya,  iya. Karena dia bicara tentang partai politik. Kalau bicara soal menteri-menterinya sah. Tapi, kalau bicara tentang koalisi dari segi etika, ini tindakan yang kurang elok lah. Tapi kalau cari secara rigid pasal apa yang dilanggar kita tidak akan temukan itu," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA