Wajar Kader PKS-Golkar Terancam, Karena Sejak Awal SBY Bentuk Kabinet Politis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 02 Maret 2011, 18:58 WIB
Wajar Kader PKS-Golkar Terancam, Karena  Sejak Awal SBY Bentuk Kabinet Politis
gun gun heryanto/ist
RMOL. Bila akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono me-reshuffle kader-kader Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera dari Kabinet Indonesia Bersatu II, sejatinya itu hal yang biasa.

Karena sejak awal, SBY membentuk kabinetnya berdasarkan alasan politis, bukan karena asalan profesionalisme sang menteri. Reshuffle kali ini tentu salah satu alasannya, karena dua partai itu tidak sejalan dengan Partai Demokrat dalam usul penggunaan hak angket pajak di DPR.

‎"Sejak awal kabinet ini terbentuk memang pertimbangannya politik atas dasar politik representasi bukan zaken kabinet," kata pengamat komunikasi politik, Gun Gun Heryanto kepada Rakayat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 2/3).

‎​Hanya saja, sebelum merombak kabinetnya, lanjut dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri Jakarta ini, tentu SBY sedang mempertimbangkan resiko politik yang akan muncul pasca keputusan politiknya.

‎​"Jika melihat track record-nya, SBY sepertinya tidak akan mengambil opsi mengeluarkan Golkar. ‎​Jika pun terpaksa harus menendang PKS-Golkar, dia butuh investor baru, ya mungkin Gerindra," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA