Pameran yang merupakan pameran terbesar kedua dunia setelah pameran Medica di Düsseldorf, Jerman, ini dibuka Sheikh Hamdan bin Rashid Al Maktoum, Wakil Emir Dubai yang juga sebagai Menteri Keuangan dan Industri PEA.
Pameran ini diikuti oleh 2.847 peserta dari 59 negara, dan beberapa peserta dari perusahaan multinasional, seperti GE, Konica-Minolta, Philips, dan Siemens.
"Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran yang hadir pada acara pembukaan kepada para peserta pameran dari Indonesia menyatakan, keikutsertaan pengusaha Indonesia pada pameran ini merupakan langkah yang tepat bagi upaya promosi dan perluasan pasar penjualan produk alat-alat kesehatan Indonesia yang telah memenuhi standar mutu internasional, baik untuk pasar Timur Tengah maupun belahan dunia lainnya," tutur Adiguna Wijaya, Sekretaris Pertama Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Dubai dalam siaran pers yang diterima
Rakyat Merdeka Online, kemarin (Senin, 31/1).
Ini merupakan kesempatan bagi produk Indonesia dapat dipasarkan di Timteng yang memiliki potensi pertumbuhan pasar industri kesehatan sangat besar, yaitu sekitar US$ 80 milyar per tahun. Dengan mengikuti pameran ini secara rutin, tentunya para para pengusaha dapat mengetahui permintaan pasar terhadap berbagai peralatan medis yang dibutuhkan dengan kualitas yang tinggi.
Apabila kita ingin bersaing dengan produk-produk tertentu dari negara lainnya tentunya kita harus memperhatikan kualitas produksi yang tinggi dan harga yang bersaing bahkan lebih murah, sehingga produk Indonesia tersebut bisa masuk dalam pasar global, jelas Konjen Mansyur.
Menurut Adiguna Wijaya, produk alat kesehatan Indonesia yang dipamerkan, antara lain, berbagai jenis masker dan sarung tangan untuk rumah sakit dan sanitasi, seperti
latex examination gloves, vynil examination gloves, safety gloves, latex utility gloves, seamless supported golves yang diproduksi oleh PT. Arista Latindo. Produk perusahaan ini telah memenuhi standar mutu internasional ISO 9001, ISO 2859, US FDA, ASTM, CEN Standard serta GMP requirement. Wakil dari PT Arista Latindo menyatakan bahwa perusahaanya telah mendapatkan banyak penawaran yang akan ditindaklanjuti.
Produk lainnya yang paling banyak mendapatkan penawaran adalah barang-barang berupa tempat tidur elektrik (homecare bed electric), meja operasi, tempat tidur gawat darurat (supramak bed icu with weight scale and CPR release), meja operasi, stretcher, kursi dan lemari rumah sakit yang diproduksi oleh PT. Mega Andalan Kalasan (MAK). Perusahaan yang telah mengikuti beberapa kali pameran yang sama, memproduksi sekitar 150 jenis peralatan dan perabotan rumah sakit ini, telah berhasil memasarkan produk mereka dalam jumlah besar ke wilayah Timur Tengah dan saat ini sedang menjajaki penjualan ke wilayah Afrika Utara serta calon pembeli baru dari rumah sakit di Saudi Arabia dan Republik Arab Suriah.
Produk yang paling banyak dipasarkan adalah lemari obat (medicine cabinet). Pada pameran ini, PT. MAK berhasil menerima on-site order ke Bahrain dan Aljazair, sekitar 4 kontainer (200 tempat tidur elektrik dan 200 tempat tidur tipe kelas ekonomi). Beberapa calon pembeli juga sudah menyepakati akan mengunjungi pabrik mereka di Yogyakarta pada bulan Maret-April 2011. Dalam kesempatan ini stand mereka juga sempat dikunjungi oleh Menteri Kesehatan PEA dan Menteri Pertahanan Oman. Untuk wilayah PEA, hingga saat ini PT MAK telah berhasil memasarkan produk mereka di beberapa rumah sakit di Abu Dhabi, Dubai, Al Ain, dan Ras Al-Khaimah.
Sedangkan PT. Sinar Tosan Mandiri yang memproduksi alat-alat medis suction pump, oxygen concentrator, dan infant incubator menyatakan, mendapat banyak penawaran dari para peserta yang akan ditindaklanjuti, khususnya terhadap produk oxygen concentrator dan infant incubator dengan merk dagang Medixe & Fyrom International. Penawaran terbanyak dari calon pembeli dari Afrika, seperti Tanzania, Kenya, Sudan, Mauritania; disamping dari wilayah Teluk, seperti Oman dan Bahrain; serta wilayah Asia Selatan, yaitu India, Bangladesh dan Pakistan. Bahkan ada pengunjung yang ingin membeli langsung produk contoh yang mereka bawa.
Rumah Sakit Islam Surakarta yang ikut dalam pameran tersebut menyatakan, bahwa dibandingkan dengan keikutsertaan mereka tahun lalu, pada AH-2011 ini lebih banyak pengunjung yang secara serius tertarik akan paket perawatan yang ditawarkan. Dalam kesempatan kali ini, pihaknya juga sedang menjajaki kerjasama medis penanganan perawatan pasien pengidap kanker paru-paru dengan pihak Gulf Medical University di kota Ajman, PEA. Kerjasama ini dijajaki dalam konteks keanggotaan mereka dalam TEMOS (Telemedicine for the Mobile Society-European Space Agency). Pihak Rumah Sakit Islam Surakarta juga menawarkan proposal kerjasama pendidikan, sehubungan dengan rencana proyek pembangunan universitas bidang ilmu-ilmu kedokteran dan kesehatan. Pihak Rumah Sakit Islam Surakarta mengharapkan universitas tersebut akan mulai beroperasi dua tahun mendatang.
Sedangkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menyajikan informasi obyek wisata di Indonesia melalui beragam brosur dan pamflet bagi para pengunjung pameran. Wakil dari Taman Sari Royal Heritage Spa menawarkan produk-produk mereka dan pemijatan gratis untuk para pengunjung stand Kemenbudpar RI.
[zul]
BERITA TERKAIT: