"Kalau misalnya itu merupakan murni aspirasi dari masyarakat, itu layak diapresiasi. Kita berterima kasih, karena ini menjadi bagian dari diskursus masalah kebangsaan kita yang punya banyak warna," ujar Wakil Sekjen Nasional Demokrat Melky Laka Lena kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 2/12).
Namun, dia menyayangkan bila usul itu datang dari Partai Demokrat, partai asal Gusti Raden Ayu Koesmoertiyah tersebut yang merupakan partai penguasa saat ini. Karena itu bisa dinilai sebagai upaya pembenturan di tengah kengototan masyarakat Jogja terkait keistimewaan Jogjakarta saat ini.
"Tapi kalau memang itu adalah bagian dari sebuah gerakan partai dimana yang bersangkutan beraktivitas, itu sangat kita sayangkan. Karena pro kontra ini menjadi sebuah konflik horizontal atau pergesekan. Padahal itu adalah kemajemukan budaya yang mestinya (pergesekan) itu tidak perlu terjadi. Karena mestinya ini bersinergi," demikian Melky.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: