Imam Hermanto: Kalau Terjadi Reshuffle Kabinet Orang Jawa Barat Diingat Ya...

Minggu, 12 Desember 2010, 03:19 WIB
Imam Hermanto: Kalau Terjadi Reshuffle Kabinet Orang Jawa Barat Diingat Ya...
RMOL.Presiden SBY diminta tidak melupakan orang Jawa Barat untuk menjadi menteri bila terjadi reshuffle kabinet akhir tahun ini.

“Kalau terjadi reshuffle kabi­net, orang Jawa Barat diingat ya karena sudah banyak jasanya kepada Pak SBY,’’ ujar Ketua Umum Asli Garut (Asgar) Jaya, Imam Hermanto, kepada Rakyat Merdeka, seusai Pengukuhan Pengurus Asgar Jaya periode  2010-2015, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan wawancara dengan Ketua Komite Pemantau Korupsi Nasional (Konstan) itu:

Apa Anda yakin terjadi re­shuffle kabinet?

Saya yakin sekali ada reshuffle kabinet akhir tahun ini. Sebab, saat Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I berusia setahun juga dilakukan reshuffle kabinet. Apa­lagi banyak kinerja menteri yang nilainya jeblok.

Kalau terjadi reshuffle, kami minta Pak SBY tidak melupakan orang Jawa Barat. Sebab, kami berperan besar terhadap peme­nangan pasangan SBY-Boediono dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 lalu.

Bisa disebutkan apa saja pe­ran­nya?

Dalam Pilpres 2009 itu, pa­sangan SBY-Boediono menang di Jawa Barat. Selain itu, laun­ching pasangan SBY-Boediono sebagai Capres-Cawapres dilak­sa­na­kan di Sabuga, Bandung. Begitu juga Munas Partai Demo­krat sebagai pemenang Pemilu 2009 diadakan di bumi parah­yangan, Kabupaten Bandung. Semuanya itu di Jawa Barat. Jadi, saya kira sudah selayaknya di­ingat orang Jawa Barat.

Anda kecewa ya?

Ini bukan kecewa atau sebuah protes. Justru kita mempertanya­kan kepada diri kita sendiri, apa­kah orang Jawa Barat ini tidak ada yang mumpuni atau memang karena tidak dipercaya.

Kalau menurut Anda bagai­mana?

Saya kira kurang dipercaya kali ya. Padahal, orang Jawa Ba­rat ini banyak yang pintar-pintar, orang­nya baik-baik lagi. Jadi, kalau nanti ada reshuffle kabinet, kami minta Pak SBY tidak melu­pakan orang Jawa Barat. Apa lagi kami orang Jawa Barat yang ber­penduduk 42 juta jiwa ini tidak pernah neko-neko minta hak istimewa, tapi perlu diper­hatikan saja.

Jangan sampai dukungan yang besar itu menjadi memudar da­lam Pemilu 2014.

Kalau nanti terjadi reshuffle kabinet, tapi pengganti mente­ri­­nya bukan dari Jawa Barat, apa reaksi Anda?

Kami akan selalu mengkritisi pemerintah. Sebab, ini demi ke­baikan Indonesia.

O ya, apa tujuan dari pem­ben­tu­kan Asgar Jaya?

Ini paguyuban untuk menam­pung aspirasi orang Jawa Barat. Maka dibentuklah Asgar ini yang dibilang paling solid. Dengan satu komando terbanyak berki­prah untuk masyarakat kecil.

Kenapa Anda bilang yang paling solid?

Ya, memang begitu faktanya. Paguyuban ini dari dulu sudah ada.

Saya hanya penerus. Orang dari Garut memang dulu banyak yang menjabat di negeri ini. Kita ingin melestarikan itu, ternyata makin lama, makin berkurang menjadi pejabat.

Makanya keberadaan paguyu­ban ini tetap perlu dipertahankan untuk mengayomi masyarakat Jawa Barat. Jadi, kami ingin ma­syarakat Jawa Barat untuk ber­satu. [RM]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA