Wan Alkadri Sai Sohar: Saudi Yakin Virus H1 N1 Sudah Bisa Dikendalikan

Selasa, 07 Desember 2010, 00:11 WIB
Wan Alkadri Sai Sohar: Saudi Yakin Virus H1 N1 Sudah Bisa Dikendalikan
ilustrasi
RMOL.Mengingat tahun 2009 tidak ada jamaah yang terkena virus H1 N1 (virus babi), sehingga pemerintah Arab Saudi merasa yakin sudah bisa mengendalikan virus mematikan tersebut.

“Tapi faktanya musim haji tahun ini sudah dua orang jamaah Indo­nesia yang meninggal karena terserang virus H1 N1 tersebut,’’ ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Wan Alkadri Sai Sohar, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Siapa saja jamaah Indonesia itu?

Ada dua orang yang dikonfir­masi positif tertular virus H1 N1. Jamaah tersebut berasal dari Sura­baya dan Solo, usianya se­kitar 50 tahun.

Yang dari Surabaya, 9 Novem­ber 2010 sakit di Mekkah, lalu dirawat di Rumah Sakit King Abdul Aziz. Diperiksa laborato­rium­nya. Kemudian tanggal 12 November bahwa laboratorium­nya mengatakan, mereka positif tertular. Kemudian yang bersang­kutan meninggal pada 23 No­vember lalu.

Gejalanya seperti apa?

Panas dan ada gangguan paru-paru.

Bagaimana dengan yang dari Solo?

Yang dari Solo, 23 November mulai sakitnya. Panas dan batuk. Kemudian kita rawat di rumah sakit Arab Saudi. Kemudian 29 November hasil labnya positif. Dan tanggal 3 Desember me­ninggal.

Lantas apa yang dilakukan untuk mencegahnya?

Kita lakukan pengamatan, orang yang kontak satu lantai. Kemudian kita cek kalau ada yang sakit batuk dan panas di atas 38 derajat celcius langsung kita observasi dan diberikan obat-obatan antibiotik.

Jangan sampai kasus itu me­nyebar ke yang lain. Dan ternyata sampai saat ini hanya dua kasus itu saja. Begitu jamaah pulang ke tanah air maka  di embarkasi ada detektor suhu. Jadi, kalau ada jamaah yang panas kita lihat dulu dan kita cek. Kalau nggak ada kita kasih juga penjelasan-pen­jelasan.

Apa benar hanya dua ja­maah yang meninggal karena virus H1 N1 itu?

Betul. Sedangkan jamaah yang lain meninggal gara-gara terkait penyakit, seperti jantung, paru-paru kronis, darah tinggi, dan disertai kencing manis. Me­ninggal­nya, karena kondisi yang jelek, lalu beban untuk melak­sanakan ibadah yang perlu kerja keras.

Apa sebelum berangkat me­reka tidak diperiksa?

O diperiksa dong. Orang-orang itu kan diberi penjelasan bagai­mana menjaga kesehatan untuk memakai masker kalau ditempat ramai. Kemudian bagi jamaah yang sakit flu jangan buang ingus dan dahak semba­rangan. Kita kan tidak bisa men­cegahnya, karena penyakit itu ditularkan melalui udara.

Kita tidak memberikan sunti­kan khusus influenza, hanya untuk orang tua yang kita anjur­kan. Bagi yang mau silakan. Dan bagi yang tidak mau, nggak apa-apa. Yang penting jaga kesehatan, makan yang cukup dan pakai masker kalau di tempat ramai karena debu. Mereka sudah meng­ikuti aturan tersebut. Bukti­nya satu kloter dan satu kamar hanya satu yang sakit. Yang kita takutkan adalah satu orang yang kena maka satu kamar bisa tertular.

Arab Saudi apa tidak meng­an­tisipasi penyebaran virus tersebut?

Sudah, kalau tahun lalu (2009) tidak terjadi. Jemaah kita suntik vaksin influenza. Pemerintah Arab Saudi yakin virus H1 N1  sudah dikendalikan, sehingga mereka hanya memberikan reko­mendasi untuk memberi vaksin bagi yang tua. Tapi faktanya 2 jamaah Indonesia meninggal.  

Apa kedua jamaah itu sebe­lumnya tidak diberi suntikan virus influenza?

Kelihatannya tidak.

Kenapa?

Ya itu tadi, itu kan masalah individu mau atau tidaknya di­suntik.

Memang banyak yang meno­lak diberi suntikan influenza?

O nggak, kita hanya menjadi rekomendasi saja, siapa yang mau dan merasa memerlukan, sebaiknya orang yang tua, dan sering kena penyakit.

Tapi influenza itu tidak ditu­jukan pada satu virus. Lagipula suntikan tersebut tidak meru­pakan daya tahan tubuh seumur hidup. Kita kan punya gambaran pada tahun depan dengan musim temperatur sekian. Lalu kita lihat perkembangan penyakit-penyakit di negara lain. Kemu­dian kita berkesimpulan harus memberi­kan kekebalan virus nomor ini dan nomor itu.

Sudah berapa orang jamaah Indonesia yang sudah dilaku­kan pemeriksaan?

Sekitar 200 ribu jamaah sudah memeriksakan diri selama di Tanah Suci. Dari pemeriksaan itu, sebanyak 30 persen jamaah datang disertai dengan batuk. Dari pemeriksaan ini ditemukan dua kasus yang mengalami gangguan paru-paru dan demam. Kemudian diketahui, yang ber­sangkutan terkena H1N1.

Berapa lama masa inkubasi­nya?

Masa inkubasi virus H1N1 hanya seminggu, sehingga di­mung­kinkan jamaah tersebut terinfeksi di Tanah Suci. Pasien itu telah dirawat di rumah sakit Arab Saudi.

Apakah orang-orang yang per­­nah kontak langsung dengan jamaah yang kena H1N1 sudah diperiksa?

Sudah dilakukan pemerik­saan. [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA