“Tapi faktanya musim haji tahun ini sudah dua orang jamaah IndoÂnesia yang meninggal karena terserang virus H1 N1 tersebut,’’ ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Wan Alkadri Sai Sohar, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Siapa saja jamaah Indonesia itu?
Ada dua orang yang dikonfirÂmasi positif tertular virus H1 N1. Jamaah tersebut berasal dari SuraÂbaya dan Solo, usianya seÂkitar 50 tahun.
Yang dari Surabaya, 9 NovemÂber 2010 sakit di Mekkah, lalu dirawat di Rumah Sakit King Abdul Aziz. Diperiksa laboratoÂriumÂnya. Kemudian tanggal 12 November bahwa laboratoriumÂnya mengatakan, mereka positif tertular. Kemudian yang bersangÂkutan meninggal pada 23 NoÂvember lalu.
Gejalanya seperti apa?
Panas dan ada gangguan paru-paru.
Bagaimana dengan yang dari Solo?
Yang dari Solo, 23 November mulai sakitnya. Panas dan batuk. Kemudian kita rawat di rumah sakit Arab Saudi. Kemudian 29 November hasil labnya positif. Dan tanggal 3 Desember meÂninggal.
Lantas apa yang dilakukan untuk mencegahnya?
Kita lakukan pengamatan, orang yang kontak satu lantai. Kemudian kita cek kalau ada yang sakit batuk dan panas di atas 38 derajat celcius langsung kita observasi dan diberikan obat-obatan antibiotik.
Jangan sampai kasus itu meÂnyebar ke yang lain. Dan ternyata sampai saat ini hanya dua kasus itu saja. Begitu jamaah pulang ke tanah air maka di embarkasi ada detektor suhu. Jadi, kalau ada jamaah yang panas kita lihat dulu dan kita cek. Kalau nggak ada kita kasih juga penjelasan-penÂjelasan.
Apa benar hanya dua jaÂmaah yang meninggal karena virus H1 N1 itu?
Betul. Sedangkan jamaah yang lain meninggal gara-gara terkait penyakit, seperti jantung, paru-paru kronis, darah tinggi, dan disertai kencing manis. MeÂninggalÂnya, karena kondisi yang jelek, lalu beban untuk melakÂsanakan ibadah yang perlu kerja keras.
Apa sebelum berangkat meÂreka tidak diperiksa?
O diperiksa dong. Orang-orang itu kan diberi penjelasan bagaiÂmana menjaga kesehatan untuk memakai masker kalau ditempat ramai. Kemudian bagi jamaah yang sakit flu jangan buang ingus dan dahak sembaÂrangan. Kita kan tidak bisa menÂcegahnya, karena penyakit itu ditularkan melalui udara.
Kita tidak memberikan suntiÂkan khusus influenza, hanya untuk orang tua yang kita anjurÂkan. Bagi yang mau silakan. Dan bagi yang tidak mau, nggak apa-apa. Yang penting jaga kesehatan, makan yang cukup dan pakai masker kalau di tempat ramai karena debu. Mereka sudah mengÂikuti aturan tersebut. BuktiÂnya satu kloter dan satu kamar hanya satu yang sakit. Yang kita takutkan adalah satu orang yang kena maka satu kamar bisa tertular.
Arab Saudi apa tidak mengÂanÂtisipasi penyebaran virus tersebut?
Sudah, kalau tahun lalu (2009) tidak terjadi. Jemaah kita suntik vaksin influenza. Pemerintah Arab Saudi yakin virus H1 N1 sudah dikendalikan, sehingga mereka hanya memberikan rekoÂmendasi untuk memberi vaksin bagi yang tua. Tapi faktanya 2 jamaah Indonesia meninggal.
Apa kedua jamaah itu sebeÂlumnya tidak diberi suntikan virus influenza?
Kelihatannya tidak.
Kenapa?
Ya itu tadi, itu kan masalah individu mau atau tidaknya diÂsuntik.
Memang banyak yang menoÂlak diberi suntikan influenza?
O nggak, kita hanya menjadi rekomendasi saja, siapa yang mau dan merasa memerlukan, sebaiknya orang yang tua, dan sering kena penyakit.
Tapi influenza itu tidak dituÂjukan pada satu virus. Lagipula suntikan tersebut tidak meruÂpakan daya tahan tubuh seumur hidup. Kita kan punya gambaran pada tahun depan dengan musim temperatur sekian. Lalu kita lihat perkembangan penyakit-penyakit di negara lain. KemuÂdian kita berkesimpulan harus memberiÂkan kekebalan virus nomor ini dan nomor itu.
Sudah berapa orang jamaah Indonesia yang sudah dilakuÂkan pemeriksaan?
Sekitar 200 ribu jamaah sudah memeriksakan diri selama di Tanah Suci. Dari pemeriksaan itu, sebanyak 30 persen jamaah datang disertai dengan batuk. Dari pemeriksaan ini ditemukan dua kasus yang mengalami gangguan paru-paru dan demam. Kemudian diketahui, yang berÂsangkutan terkena H1N1.
Berapa lama masa inkubasiÂnya?
Masa inkubasi virus H1N1 hanya seminggu, sehingga diÂmungÂkinkan jamaah tersebut terinfeksi di Tanah Suci. Pasien itu telah dirawat di rumah sakit Arab Saudi.
Apakah orang-orang yang perÂÂnah kontak langsung dengan jamaah yang kena H1N1 sudah diperiksa?
Sudah dilakukan pemerikÂsaan. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.