Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang disiksa itu wajib dilindungi, sehingga wajar bila diberikan bantuan hukum secara gratis.
“Kami sudah memutuskan untuk membela Sumiati secara gratis. Makanya kami menemui Kepala Badan Nasional PenemÂpatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat untuk membicarakan soal pemberian bantuan hukum tersebut,’’ papar Ketua Umum AAI, Humphrey Djemat, kepada
Rakyat Merdeka, seusai bertemu Jumhur Hidayat, di kantor BNP2TKI, Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Apa saja yang dibicarakan dengan Jumhur terkait penyikÂsaan Sumiati?Inti pembicarannya adalah bahwa AAI sudah sepakat untuk memÂberikan bantuan hukum seÂcara cuma-cuma kepada SuÂmiati. Jadi, itu suatu komitmen untuk menunjukkan kepedulian para advokat kepada Sumiati yang saat ini sedang mencari keadilan.
Kasus penyiksaan Sumiati saÂngat memilukan hati kita semua. Jadi, kami tidak hanya mengeÂluarÂkan pernyataan, tapi berbuat nyata dengan memberikan banÂtuan gratis. Ini sangat urgen peÂnanganannya, sehingga kami harus bergerak cepat. Makanya kami berkoordinasi dengan BNP2TKI.
Bagaimana tanggapan KeÂpala BNP2TKI?Sangat positif. Sebab, beliau memang mengharapkan sekali ada upaya bantuan dari para advoÂkat nasional untuk menaÂngani masalah yang dihadapi Sumiati ini. Bahkan beliau berÂharap bukan hanya berhenti pada Sumiati saja, kan banyak sekali kasus-kasus menimpa TKI kita di luar negeri.
Tadi saya katakan bahwa AAI ini punya ribuan anggota. Maka kami bisa mengerahkan anggoÂta-anggota itu untuk memberiÂkan bantuan hukum secara gratis. Kami memberikan banÂtuan huÂkum tidak asal-asalan tapi secara profesional. Tim ini di bawah koordinasi pengawaÂsan saya dan Sekjen AAI Jhonson Panjaitan.
Siapa yang menunjuk AAI seÂbagai pengacara Sumiati?Masalah penunjukan kami seÂbagai pengacara dari BNP2TKI dan keluarga Sumiati. Kami tentu berkoordinasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di sana, sehingga kami bisa mengetahui persoalan ini masuk dalam huÂkum apa, dan apa yang bisa dilaÂkuÂkan. Kami dengar ada upaya hukum sanksi pidana dan sanksi denda. Kita harus dapat penjeÂlasan dulu.
Soal pertemuan dengan SuÂmiati, apa sudah diagendakan?Kami tentu bertemu dengan Sumiati untuk mendapatkan informasi yang cukup akurat. Pak Jumhur senang mendengar hal itu. Kata beliau, seorang lawyer memang harus terjun membela kliennya, sehingga bisa mengeÂtahui kondisi sesungguhnya seÂcara langsung.
Kapan AAI berangkat ke Arab Saudi?Setelah persiapan-persiapan itu semua rampung dan koresponÂdensi dan dukungan koordinasi dengan pihak Arab Saudi sudah clear. Tentu segera kita berangkat ke sana.
Jadi, belum bisa dipastikan tanggalnya ya?Belum. Tapi tentunya tidak terlalu lama.
Apakah Anda yakin menang di pengadilan Arab Saudi, sebab biasanya selalu dimenangkan pihak majikan?Tentu kami berjuang semakÂsimal mungkin untuk mendapatÂkan keadilan bagi Sumiati. Kita jangan sampai pesimis duluan. Yang dulu-dulu kan tidak pernah advokat atau lawyer-lawyer terÂjun, baru sekarang kita yang terÂjun. Sebab, kami cukup meÂngerti tentang persoalan hukum mengeÂnai penyiksaan tersebut.
Berapa orang dari AAI dan BNP2TKI yang berangkat ke sana?Saya dan dua orang anggota AAI. Tapi kalau dari BNP2TKI, saya belum tahu.
[RM]
BERITA TERKAIT: