“Izin yang sudah dikeluarkan itu kan nggak mungkin kita batalkan. Tapi kami tidak lagi mengeluarÂkan izin penebangan hutan. SaatÂnya sekarang menaÂnam pohon,’’ ujar Menteri KehuÂtanan, Zulkifli Hasan, kepada
Rakyat Merdeka, di kantornya, Jakarta, Selasa (16/11).
Berikut kutipan selengkapnya:Kenapa ada kebijakan seperÂti ini?Soalnya dari 130 juta hektar hutan kita, tinggal 45 juta hektar yang paling bagus (primer). Jadi, hutan ini harus dijaga dengan baik, nggak boleh ditebang lagi. Jadi, tugas Menteri Kehutanan sekarang ini tidak menebang hutan primer lagi, tapi menanam.
Mengapa?Karena hutan yang bagus suÂdah tinggal sedikit. Lahan gamÂbut kita 20 juta hektar, tapi 12 juta hektar sudah dialihfungsikan seÂbagai kawasan industri, seÂhingga tinggal 8 juta hektar lagi. Jadi, ini juga tidak boleh lagi kita eksÂploitasi, konversi, dan tidak boleh dirusak lagi. Soalnya, kalau lahan gambut itu dirubah fungsiÂnya akan menyebabkan mudah terÂbakar. Ini akan merusak hutan.
Kalau hutan tidak boleh diÂtebang lagi, bagaimana dengan keÂbutuhan industri kayu, pertuÂkangan, mebel, yang masih cuÂkup tinggi?Ya, itu masalahnya. Jadi, tidak ada pilihan bagi kita, kecuali meÂnanam pohon. Ini yang namanya hutan tanaman. Artinya, kebuÂtuhan kayu itu dari pohon yang kita tanam, bukan yang sudah ada di hutan.
Untuk menanamnya ada beÂrapa pihak yang terlibat?Ada tiga pihak, yakni rakyat, kebijakan pemerintah, dan pelaku usaha. Sekarang ini sebanyak 600 ribu hektar yang dikelola rakyat. Sebanyak 500 ribu hektar dikeÂlola dunia usaha, dan 300 ribu hektar merupakan kebijakan pemerintah bekerja sama dengan dunia internasional.
Apa Anda yakin program menanam itu bisa terwujud?Sangat yakin sekali. Sudah ada buktinya kan. Jadi, kami yakin program menanam 1 miliar poÂhon tahun 2010 itu akan tercapai, bahkan lebih.
Apa agenda kementerian ini, sehingga Anda begitu yakin? Kami memiliki tiga agenda.
Pertama, mengupayakan pertumÂbuÂhan sektor kehutanan dengan tujuan meningkatkan ekspor hasil hutan dan investasi baru secara proporsional melalui hutan tanaman.
Kedua, mendorong bergerakÂnya sektor riil kehutanan atau industri kehutanan denan tujuan menyerap tenaga kerja dan meÂngurangi pengangguran.
Ketiga, pemberdayaan ekonoÂmi masyarakat di sekitar kawasan hutan dengan tujuan mengurangi kemiskinan.
Ketiga agenda ini merupakan wujud implementasi pembanguÂnan ekonomi KIB II yaitu
pro growth, pro job, pro poor, dan seÂlanjutnya
pro environment. Anda tadi bilang, banyak seÂkali menanam pohon, bagaiÂmaÂna dengan bibitnya?Berdasarkan evaluasi kami, sampai 2009 sedikitnya terdapat 30 industri melakukan kemitraan dengan masyarakat yang telah membagikan sedikitnya 93 juta bibit dan Juni-Juli 2010 telah membagikan sedikitnya 17 juta bibit.
Dengan program ini bisa memÂperbaiki hidup rakyat?Ya, tentu. Makanya pemerintah memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Hutan Rakyat dan Industri Kehutanan yang giat berinovasi dan peduli kepada pengembangan hutan rakyat, sehingga pemerintah memberiÂkan penghargaan Prima Wana Mitra.
Dengan pemberian pengharÂgaan ini untuk memacu industri agar lebih giat lagi bermitra dengÂan masyarakat dalam pengemÂbangan hutan rakyat. Dengan cara ini terjadi pengentasan keÂmiskinan, khususnya di sektor kehutanan, sekaligus penguÂrangan pengangguran dan peÂningÂkatan kontribusi kehutanan terhdap pertumbuhan ekonomi serta perbaikan kualitas lingÂkungan.
Intinya rakyat diberdayakan ya?Ya. Rakyat harus diberdayaÂkan. Yang miskin harus punya penghasilan dengan mengikuti gerakan menanam dari sekarang. Makanya kami memberikan laÂhan yang luas agar dikelola berÂsama rakyat.
Seberapa lama petani itu meÂngelola lahan itu?Sampai 60 tahun diberikan hak, kalau hak guna bangunan kan hanya 20 tahun. Jadi, ini lebih lama lagi.
O ya, apakah pemerintah juga memfasilitasi penjualan kayu hasil tanaman rakyat itu? Tentu pemerintah memfasilitasi. Pokoknya, pemerintah menyediakan lahan, menyediakan bibit, dan memfasilitasi penjualan kayunya. Jadi, rakyat sangat terbantu dong.
Rakyat pasti senang karena semuanya sudah difasilitasi. Kebijakan ini telah mendorong tumbuhnya Industri Primer Hasil Hutan Kayu. Sehak 2006 sampai sekarang telah berdiri 61unit industri baru dengan investasi Rp 2,9 triliun dan menyerap tenaga kerja 27 ribu orang.
[RM]
BERITA TERKAIT: