Kepada
Rakyat Merdeka Online, Koordinator Petisi 28, Haris Rusly Moti mengatakan, Pemerintah hanya berpikir KS itu sebagai perusahaan yang bisa digunakan untuk mendapatkan keuntungan sesaat saja. Bukan dilihat sebagai pilar masa depan industri strategis untuk kemandirian industri nasional.
"KS itu
mother industry atau hulunya industri strategis nasional kita. Mau bangkrut atau tidak harusnya tetap dipertahankan. Jangan hanya karena alasan untuk ekspansi perusahaan lalu diobral dipasaran," katanya.
Jika Pemerintah tetap menggunakan cara berpikir salah, menurut Haris, Indonesia tidak akan bisa jadi negara mandiri.
"Otak mereka (pemerintah) harus dicuci," tandasnya.
Selain itu, penjualan BUMN KS kepada swasta dilakukan oleh aktor lama yang juga sudah menjual Indosat. Ia menyebut aktor lamanya adalah Mahmudin Yasin yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN.
"Dulu Indosat dijual dia (Sekmen Mahmudin Yasin) yang mendesainnya. Sekarang KS dijual dia juga pelakunya. Dia abdi dalam yang baik karena bisa menggalang dana bagi kebutuhan penguasa," katanya.
Dana untuk apa?"Ya, dana untuk kampanye 2014," pungkasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: