Untuk menelusuri hal itu, pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy mengaku agak pesimis. Sebab untuk menguaknya diperlukan investigasi lebih dalam lagi.
Noorsy, kepada
Rakyat Merdeka Online, menjelaskan, dalam penjualan saham ada yang dikenal dengan
privat equality management. Bila ini diterapkan dalam penjualan saham PT KS maka cukup mempersulit membuka pihak-pihak mana saja yang terlibat di dalamnya.
"Karena yang akan ditemukan hanya nama-nama perusahaan yang melakukan pembelian saham tanpa diketahui siapa orangnya. Kalau dilihat di sisi penjatahannya juga susah.
privat equality management bisa menyembunyikan siapa pemodal sebenarnya," terang dia.
"Lalu apakah dia (Boediono) bermain atau tidak saya enggak tahu," sambung dia.
Sebab harus dipahami pula, lanjut dia, sistem semacam itu sering kali digunakan sebagai kendaraan bagi sejumlah orang untuk tampil menjadi pedagang saham tanpa harus diketahui identitasnya.
"Makanya dari awal saya minta bukan Bappepam yang bekerja tapi BPK dengan model investigasi. Kalau BPK bekerja, kita bisa memburu beberapa lapis di belakangnya," tegas Noorsy.
[wid]
BERITA TERKAIT: