“Kalau ada indikasi kongkaÂlikong dalam penetapan harga yang sangat rendah itu, maka DPR akan membentuk Panja,’’ ujar anggota Komisi III DPR, BamÂbang Soesatyo, kepada
Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Menurut politisi vokal dari Partai Gokar itu, pihaknya sudah banyak meÂngumpulkan data, tinggal diperÂtajam akurasinya.
“Untuk sementara, kami menÂduga ada dua pihak yang siap mengÂambil untung.
Pertama, pihak yang akan menggoreng saham KS.
Kedua, pihak yang akan melepas ribuan slot saham di pasar sekunder begitu harga KS didongkrak si penggoreng,’’ paparnya.
Berikut kutipan selengkapnya:Siapa pihak yang menggoÂreng dan pihak yang melepas itu? Itulah yg sedang kami telusuri.
Tindakan konkret apa yang diÂlakukan DPR untuk menceÂgah hal itu?Saya sendiri segera mengusulÂkan dibentuknya Panja DPR untuk mengungkap siapa yang bermain di balik keputusan muÂrahnya harga IPO KS. DPR tidak akan tinggal diam melihat aset bangsa yang sangat strategis dijual dengan harga tidak pantas. Kita akan telusuri satu persatu siapa saja yang terlibat kongÂkalingkong.
Apa KPK perlu turun taÂngan?KPK kita minta segera turun tangan memeriksa penjualan KS karena ada indikasi tindak pidana korupsi. Kalau nanti ditemukan bukti-bukti awal yang cukup tentang adanya kongkalikong dalam penetapan harga yang sangat rendah itu, maka tidak tertutup kemungkinan DPR akan membentuk Panja.
Apa urgensinya dibentuk Panja?Karena potensi kerugian neÂgara dari penjualan murah saham KS ini mencapai lebih Rp 500 miliar. Selain itu, diduga kuat juga ada permainan tokoh-tokoh penting yang dekat kekuasaan di belakangan keputusan obral murah saham pabrik baja ini.
Persisnya berapa kira-kira kerugian itu?Kita lihat saja nanti, kalau harga sebenarnya lebih dari Rp 1.100 per lembar, itu berarti inÂvestor bisa untung Rp 750 miliar. Padahal, itu mestinya milik negara.
Apa DPR sudah mengendus siapa tokoh-tokoh penting yang bermain di situ?Kami belum mengarah ke personal ya. Tapi dugaan ke situ ada. Yang jelas, Komisi III DPR sudah mengendus adaÂnya dugaan peÂlangÂgaran huÂkum yang diÂlakuÂkan seÂcara bersama-sama atau perseÂkongkolan, yakni praktik maniÂpulasi pasar dan
insider traiding sebagaimana diatur dalam UU Nomor 8 tentang Pasar Modal. Bapepam juga tidak boleh tinggal diam kaÂlau tidak mau rakyat menduga Bapepam ikut dalam persekongÂkolan ini.
PPATK juga harus meneliti uang yang masuk ke tiga sekuÂritas penjamin emisi KS, yaitu: Bahana, Danareksa, dan Mandiri Sekuritas.
O ya, apakah DPR secara keÂseluruhan merasa risau terhaÂdap penjualan saham KS yang sangat murah itu?Betul, penetapan harga saham KS itu kami rasa sangat menggeÂlisahkan. Sebab, harga per saham yang ditetapkan selama
roadÂshow hanya Rp 850 per lembar. Padahal, harga saham sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kinerjanya tidak seprospektif KS tetap disergap investor kendati harganya lebih tinggi dari patokan harga Initial Public Offering (IPO) KS.
Anda melihat kejanggalan apa dari harga ini?Logikanya, harga IPO per saham KS bisa di atas Rp1.000. Kita semua tidak buta atau bodoh. HamÂpir setiap hari rakyat memÂbaca di media tentang arus masuk dana asing ke pasar uang dalam negeri dalam jumlah besar. Itu berarti investor asing siap memÂbeli saham dari perusahaan-peruÂsahaan terkemuka di Indonesia, terÂmasuk BUMN sekaliber KS. Jadi saya rasa, nilai harga saham KS itu tidak wajar.
Dalam
bookbuilding pun KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham, atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik. Sesuai prinsip ekonomi, semakin banyak permintaan seharusnya harga yang diajukan bertambah besar.
Sebenarnya, apa imbas langÂsung yang merugikan negara atas IPO KS yang janggal ini?Penjualan IPO KS dengan harga rendah jelas akan menimÂbulkan kerugian negara yang tidak sedikit. Pemerintah harus bisa menjelaskan secara gamÂblang dan transparan mengapa IPO KS sangat rendah. Jangan mau diatur dan disetir para inÂvestor asing maupun lokal yang jelas-jelas hanya mencari keÂuntungan sebesar-besarnya.
Secara konkretnya berapa keÂrugian negara?Kemarin saja, di pasar gelap harganya sudah mencapai Rp 1.500 per lembar saham. Itupun sukar didapat.
Apa artinya?Artinya penetapan harga Rp 850 memang tidak masuk akal. Bayangkan berapa potensi peÂnerimaan negara yang hilang dari penjualan 3,15 miliar lemÂbar terÂsebut. Sebab, berdasarkan perhiÂtungan para pemain pasar modal, seharusnya harga yang wajar adalah Rp 1.100 per saÂham. KaliÂkan
potensial loss akibat kongÂkalikong tersebut Rp 1.100-Rp 850 X 33,15 miliar lembar. Hal ini tidak bisa dibiarÂkan. Sebab, di belakang KS sudah mengantri aset negara yg bakal dijual murah dengan moÂdus yang sama. MiÂsalnya saja Garuda Indonesia.
[RM]
BERITA TERKAIT: