WAWANCARA

Bambang Soesatyo: Kalau Ada Indikasi Kongkalikong DPR Bentuk Panja Krakatau Steel

Sabtu, 06 November 2010, 07:55 WIB
Bambang Soesatyo: Kalau Ada Indikasi Kongkalikong DPR Bentuk Panja Krakatau Steel
RMOL. DPR berencana membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk menelusuri adanya indikasi persekongkolan penjualan saham Krakatau Steel (KS) yang sangat murah.

“Kalau ada indikasi kongka­likong dalam penetapan harga yang sangat rendah itu, maka DPR akan membentuk Panja,’’ ujar anggota Komisi III DPR, Bam­bang Soesatyo, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Menurut politisi vokal dari Partai Gokar itu, pihaknya sudah banyak me­ngumpulkan data, tinggal diper­tajam akurasinya.

“Untuk sementara, kami men­duga ada dua pihak yang siap meng­ambil untung. Pertama, pihak yang akan menggoreng saham KS. Kedua,  pihak yang akan melepas ribuan slot saham di pasar sekunder begitu harga KS didongkrak si penggoreng,’’ paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Siapa pihak yang menggo­reng dan pihak yang melepas itu?
 Itulah yg sedang kami telusuri.

Tindakan konkret apa yang di­lakukan DPR untuk mence­gah hal itu?
Saya sendiri segera mengusul­kan dibentuknya Panja DPR untuk mengungkap siapa yang bermain di balik keputusan mu­rahnya harga IPO KS. DPR tidak akan tinggal diam melihat aset bangsa yang sangat strategis dijual dengan harga tidak pantas. Kita akan telusuri satu persatu siapa saja yang terlibat kong­kalingkong.

Apa KPK perlu turun ta­ngan?
KPK kita minta segera turun tangan memeriksa penjualan KS karena ada indikasi tindak pidana korupsi. Kalau nanti ditemukan bukti-bukti awal yang cukup tentang adanya kongkalikong dalam penetapan harga yang sangat rendah itu, maka tidak tertutup kemungkinan DPR akan membentuk Panja.

Apa urgensinya dibentuk Panja?
Karena potensi kerugian ne­gara dari penjualan murah saham KS ini mencapai lebih Rp 500 miliar. Selain itu, diduga kuat juga ada permainan tokoh-tokoh penting yang dekat kekuasaan di belakangan keputusan obral murah saham pabrik baja ini.

Persisnya berapa kira-kira kerugian itu?
Kita lihat saja nanti, kalau harga sebenarnya lebih dari Rp 1.100 per lembar, itu berarti in­vestor bisa untung Rp 750 miliar. Padahal, itu mestinya milik negara.

Apa DPR sudah mengendus siapa tokoh-tokoh penting yang bermain di situ?
Kami belum mengarah ke personal ya. Tapi dugaan ke situ ada. Yang jelas,  Komisi III DPR sudah mengendus ada­nya dugaan pe­lang­garan hu­kum yang di­laku­kan se­cara bersama-sama atau perse­kongkolan, yakni praktik mani­pulasi pasar dan insider traiding sebagaimana diatur dalam UU Nomor 8 tentang Pasar Modal. Bapepam juga tidak boleh tinggal diam ka­lau tidak mau rakyat menduga Bapepam ikut dalam persekong­kolan ini.

PPATK juga harus meneliti uang yang masuk ke tiga seku­ritas penjamin emisi KS, yaitu: Bahana, Danareksa, dan Mandiri Sekuritas.     

O ya, apakah DPR secara ke­seluruhan merasa risau terha­dap penjualan saham KS yang sangat murah itu?
Betul, penetapan harga saham KS itu  kami rasa sangat mengge­lisahkan. Sebab, harga per saham yang ditetapkan selama road­show hanya Rp 850 per lembar. Padahal, harga saham sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kinerjanya tidak seprospektif KS tetap disergap investor kendati harganya lebih tinggi dari patokan harga Initial Public Offering (IPO) KS.

Anda melihat kejanggalan apa dari harga ini?
Logikanya, harga IPO per saham KS bisa di atas Rp1.000. Kita semua tidak buta atau bodoh. Ham­pir setiap hari rakyat mem­baca di media tentang arus masuk dana asing ke pasar uang dalam negeri dalam jumlah besar. Itu berarti investor asing siap mem­beli saham dari perusahaan-peru­sahaan terkemuka di Indonesia, ter­masuk BUMN sekaliber KS. Jadi saya rasa, nilai harga saham KS itu tidak wajar.

Dalam bookbuilding pun KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham, atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik. Sesuai prinsip ekonomi, semakin banyak permintaan seharusnya harga yang diajukan bertambah besar.

Sebenarnya, apa imbas lang­sung yang merugikan negara atas IPO KS yang janggal ini?
Penjualan IPO KS dengan harga rendah jelas akan menim­bulkan kerugian negara yang tidak sedikit. Pemerintah harus bisa menjelaskan secara gam­blang dan transparan mengapa IPO KS sangat rendah. Jangan mau diatur dan disetir para in­vestor asing maupun lokal yang jelas-jelas hanya mencari ke­untungan sebesar-besarnya.

Secara konkretnya berapa ke­rugian negara?
Kemarin saja, di pasar gelap harganya sudah mencapai Rp 1.500 per lembar saham. Itupun sukar didapat.

Apa artinya?
Artinya penetapan harga Rp 850 memang tidak masuk akal. Bayangkan berapa potensi pe­nerimaan negara yang hilang dari penjualan 3,15 miliar lem­bar ter­sebut. Sebab, berdasarkan perhi­tungan para pemain pasar modal, seharusnya harga yang wajar adalah Rp 1.100 per sa­ham. Kali­kan potensial loss akibat kong­kalikong tersebut Rp 1.100-Rp 850 X 33,15 miliar lembar. Hal ini tidak bisa dibiar­kan. Sebab, di belakang KS sudah mengantri aset negara yg bakal dijual murah dengan mo­dus yang sama. Mi­salnya saja Garuda Indonesia.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA