“Buktinya, pengungsi menÂdaÂpatkan pelayanan yang lebih baÂgus,†ujarnya kepada
Rakyat MerÂdeka, melalui via telepon dari MaÂgelang, Jawa Tengah, Selasa (2/11).
Menurutnya, pemerintah sudah cukup sigap dalam menangani bencana banjir Wasior-Papua BaÂrat, meletusnya Gunung Merapi di Sleman-Yogyakarta, dan tsuÂnami Mentawai-Sumatera Barat.
“Seringkali itu hanya pikiran orang saja bahwa kami tidak beÂkerja. Padahal kami bekerja deÂngan cepat kok,†ucapnya.
Berikut kutipan lengkapnya:Kalau bekerja dengan cepat, kenapa banyak orang yang tidak puas dengan kinerja BNPB?Saya kira itu hanya anggapan saja. Tapi buktinya kami bekerja dengan secara cepat. Tapi tetap saÂja dikritik, itu saja kan. Yang penÂting bagi kami tetap bekerja.
Bukankah kritikan itu henÂdakÂnya dijadikan koreksi dan pemicu untuk bekerja lebih gesit lagi? Kami terima setiap masukan. Tapi janganlah bangsa kita ini saÂling menjelek-jelekan. Bisa jadi, ada sedikit kekurangan, lalu diÂbesar-besarkan, bahkan seolah-olah negara tidak mempunyai keÂmamÂpuan. Itu tidak mungkin, seÂbab pasti kami akan memÂbeÂriÂkan yang terbaik.
Seharusnya semua komponen maÂsyarakat bahu-membahu unÂtuk membantu korban setiap benÂcana, bukannya saling menjelek-jelekkan.
Apa saja sih yang sudah dilaÂkukan BNPB?Untuk banjir Wasior, kami telah membangun hunian semenÂtara untuk 1.200 KK yang dilaÂkuÂkan bersama TNI. Dan Bapak Presiden waktu itu mengatakan, supaya mengerahkan Yonzipur baik dari Marinir, maupun AngÂkatan Darat. Saat ini mereka suÂdah bekerja di sana.
Dengan dibantu Yonzipur dari CenÂdrawasih, diharapkan seÂbanÂyak 100 barak sudah selesai pada akÂhir tanggap darurat 15 NoÂvember ini.
Untuk korban meletusnya GuÂnung Merapi?Kami telah bekerja sama deÂngan Pemda setempat untuk meÂlaÂkukan pelayanan memenuhi keÂbuÂtuhan dasar bagi para peÂngungsi.
Bebagai elemen sudah meÂnyamÂpaikan hasil pengecekan bahÂwa pengungsi mendapatkan peÂlaÂyanan yang sangat bagus dan tidak ada masalah. Tapi karena adaÂnya perpindahan beberapa peÂngungsi, berarti kita harus memÂbangun kembali tempat pengungÂsian. Pokoknya, semua memeÂnuhi kebutuhan dasar. Jadi, tidak ada masalah soal penyaluran banÂtuan.
Tampaknya kurang koordinasi antara BNPB dengan Pemda soal penyaluran bantuan?Ah, nggak juga. Ada koorÂdiÂnasi kok. BNPB membantu PemÂda saat kita lihat di mana kekuÂrangÂannya. Pokoknya, bantuan daÂri pemerintah pusat, dari swasÂta, dari Pemda disatupadukan untuk disalurkan ke pengungsi.
Walau semua kekuatan disatuÂpadukan, tetap saja ada kenÂdaÂlanya kan?Ya, tentu. Saya kira kendala itu pasti ada. Tapi kendala itu bisa diatasi kok.
Kalau bantuan untuk korban tsunami Mentawai, bagaimana?Untuk Mentawai memang yang paling krusial. Terutama meÂnyangkut ketergantungan kita terÂhadap cuaca. Tetapi tadi pagi (2/11) saya sudah bicara dengan Panglima TNI agar disiapkan Pesawat Cassa, 5 KRI yang ada di Sikakap, dan 2 helikopter.
Nah, itu sedang digerakkan. Saya mendapat laporan bahwa seÂmua tempat-tempat yang terÂlanda tsunami itu bisa terjangkau.
Tapi kan suka terhambat kaÂrena cuaca kurang bersahabat? Begitu cuaca baik, langsung disalurkan bantuan ke sana. Tapi kaÂlau cuacanya kurang baik, tenÂtu bantuan ditunda.
Untuk ketersediaan pangan, bagaimana?Ketersediaan pangan, dan obat-obatan di Sikakap menurut laporan dari pejabat Pemda cukup untuk 1 bulan. Bahkan bisa diÂperÂpanjang sampai 3 bulan.
Kapan bangun hunian semenÂtara?Kami beserta Pemda meÂrenÂcanakan untuk segera membuat hunian sementara bagi pengungsi yang rumahnya hancur, jumÂlahÂnya sekitar 500 rumah. Sebab, yang lain bisa terserap ke sauÂdaÂra-saudara maupun rumah meÂreka yang tidak hancur.
Tapi karena pembuatannya belum terlaksana, maka sekarang kita konsentrasi untuk tanggap daÂrurat dulu. Itu permintaan BaÂpak Presiden agar disukseskan.
Kebutuhan lainnya?Itu juga. Setelah ketersediaan hunian untuk masyarakat, keterÂseÂdiaan makanan, pakaian, obat-obatan, air bersih, dan juga untuk pendidikan (sekolah sementara). Nah, itulah yang sedang direnÂcaÂnakan untuk pengiriman bahan-baÂhan bangunan yang akan seÂgera kita drop ke wiayah-wilayah itu.
Sekali lagi itu memang sedang diupayakan. Tidak hanya untuk SiÂkakap tapi untuk daerah yang lain.
Bagaimana dengan kendala anggaran yang minim?Sementara ini memang kami bergantung kepada cadangan-caÂdangan. Tapi memang dari beÂbeÂrapa bantuan masyarakat, kami juÂga perlu mempersiapkan beÂberapa tinÂdakan-tindakan siap siaga. MungÂkin kami perlu memÂbuat paÂtok-patok permanen untuk mengÂhadapi tsuÂnami dan Gunung Merapi.
Patok-patok penyelamatan ini berarti harus ditambah anggaran juga. Bahkan Bapak Presiden memerintahkan untuk dikaji. KeÂmungÂkinan BNPB memÂpunyai heÂlikopter dari PT DI, dan perÂalatan canggih lain yang mungkin bisa diproduksi oleh bangsa kita sendiri. Itulah yang mungkin menjadi catatan.
Kami memang berharap perlu direalisasikan secepatnya. Tetapi itu harus berdasarkan keterÂseÂdiaan anggaran yang ada, dan seÂsuai dengan kemampuan pemeÂrinÂtah.
[RM]
BERITA TERKAIT: