Masalah studi banding ke Yunani sudah direncanakan sebelumnya sesuai dengan tugas-tugasnya di DPR. Kita juga mendapat masukan, misalÂnya masalah sosial, ekonomi, hukum, dan protokoler. Semuanya itu diperÂbandingkan di luar negeri.
Apa hasil yang didapat dari studi banding itu?Banyak hal yang harus diperhatikan Yakni mengenai sistem managemen, sistem mendapatkan informasi yang kuat mengenai literatur-literatur, dan perbandingan antara negara lain deÂngan kita. Tentunya kita harus banyak belajar, sehingga memberikan faedah bagi negara kita.
Faedahnya apa? Anggota DPR itu bisa melihat mana yang terbaik yang bisa berguna untuk keÂpentingan kita. Supaya DPR itu jangan memalukan juga. Produk-proÂduknya itu tidak keliru. Jadi, banyak manfaatnya kok.
Masyarakat menghujat, tapi angÂgoÂta dewan tetap saja ke luar negeri, kok begitu?Tentunya masyarakat harus menyaÂdari juga. Bahwa kepentingan itu nantinya bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat yang lebih jauh. Dampak-dampak itu sangat memungkinkan, apabila anggota dewan betul-betul mempelajarinya secara serius. Ini kan berkaitan dengan kepentingan Indonesia.
Tapi mengapa BK jauh-jauh ke Yunani hanya untuk mempelajari etika?Memang etika di kita itu ada bebeÂrapa yang sangat baik. Tapi ada juga yang sudah mulai pudar. Padahal di negara lain, budaya itu mendapat pengÂÂÂhormatan. Misalnya, di Yunani betul-betul dicerna seluruh dunia.
Makanya, orang yang belajar ke Yunani ingin melihat buÂdaya-budayaÂnya. Sisi pariÂwisata juga bisa memberi
income yang tinggi. Kalau budaya kita betul-betul pertaÂhankan dengan cara baik, maka banyak orang luar ingin mempeÂlajarinya.
[RM]
BERITA TERKAIT: