Petani Gula Dikesampingkan, Tak Mungkin Pemerintah Capai Swasembada Gula 2014

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 26 Oktober 2010, 16:47 WIB
Petani Gula Dikesampingkan, Tak Mungkin Pemerintah Capai Swasembada Gula 2014
istimewa
RMOL. Target swasembada gula tahun 2014 tidak akan tercapai, selama pemerintah tidak membuat kebijakan tata niaga gula yang memihak kepada para petani tebu.

Demikian dikatakan mantan ketua pusat penelitian gula Indonesia Isro Ismael dalam diskusi "Memberantas mafia gula" di ruang Fraksi PAN gedung DPR, Jakarta (Selasa, 26/10).

Dia melanjutkan, privilege dan keleluasaan impor yang diberikan pemerintah kepada industri gula, Rasinasi, telah merugikan petani tebu. "Impor ini telah mengacaukan harga gula di tingkat petani. Akibatnya petani tidak menanam tebu lagi," tegasnya.

Selain itu, kalau ingin swasembada gula tercapai, dia menambahkan, pemerintah harus memberikan modal kepada para petani tebu. Pemerintah juga harus mendirikan pabrik gula baru.

"Sebab saat ini hanya ada 61 pabrik gula. Padahal konsumsi langsung gula kita tahun 2010 saja sebanyak 2,70 juta ton. Belum lagi ditambah dengan gula yang dibutuhkan oleh industri. Pemerintah juga harus menyediakan ketersediaan lahan bagi pihak-pihak swasta dalam negeri yang ingin mendirikan pabrik gula baru," demikian Isro. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA