Demikian dikatakan mantan ketua pusat penelitian gula Indonesia Isro Ismael dalam diskusi "Memberantas mafia gula" di ruang Fraksi PAN gedung DPR, Jakarta (Selasa, 26/10).
Dia melanjutkan,
privilege dan keleluasaan impor yang diberikan pemerintah kepada industri gula, Rasinasi, telah merugikan petani tebu. "Impor ini telah mengacaukan harga gula di tingkat petani. Akibatnya petani tidak menanam tebu lagi," tegasnya.
Selain itu, kalau ingin swasembada gula tercapai, dia menambahkan, pemerintah harus memberikan modal kepada para petani tebu. Pemerintah juga harus mendirikan pabrik gula baru.
"Sebab saat ini hanya ada 61 pabrik gula. Padahal konsumsi langsung gula kita tahun 2010 saja sebanyak 2,70 juta ton. Belum lagi ditambah dengan gula yang dibutuhkan oleh industri. Pemerintah juga harus menyediakan ketersediaan lahan bagi pihak-pihak swasta dalam negeri yang ingin mendirikan pabrik gula baru," demikian Isro.
[zul]
BERITA TERKAIT: