WAWANCARA

Heru Lelono: Presiden Pilih Jaksa Agung Sepulang dari Luar Negeri

Selasa, 26 Oktober 2010, 08:29 WIB
Heru Lelono: Presiden Pilih Jaksa Agung Sepulang dari Luar Negeri
RMOL. Staf Khusus Presiden Bidang Informasi, Heru Lelono mengatakan, Presiden SBY direncanakan sepulang dari luar negeri akan memilih Jaksa Agung.

“Ya, mestinya begitu. Tapi nggak tahu juga ya,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Ja­karta, kemarin. Presiden SBY melakukan kun­jungan kerja ke China dan Viet­nam.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kapan SBY akan kembali ke tanah air?
Tanggal 31 Oktober 2010.

Kira-kira siapa yang dipilih ya?
Ya, nggak tahu. Belum ada infonya. Tunggu saja, sabar dong. Secara resmi kan masih ada Plt Jaksa Agung. Artinya, kejaksaan nggak berhenti bekerja karena ada pimpinannya.

Tapi lebih baik bukan Plt kan?
Yang penting kan kerjaan ke­jaksaan masih jalan terus. Jadi, nggak perlu ada pertanyaan, ke­napa terlambat. Emang apanya yang terlambat.

Publik menginginkan cepat agar bisa mengambil langkah hu­­­kum yang pas untuk kasus Bibit-Chandra?
Soal kasus Bibit-Chandra, tidak perlu menunggu Jaksa Agung yang baru, cukup Plt Jaksa Agung saja dalam mengeluarkan kebijakan seperti deponering.   Jadi, tidak usah menunggu Jaksa Agung yang baru toh. Kan lem­baganya masih bisa jalan. Jadi, kalau belum diputuskan apa-apa. Ya, silakan tanya ke Pak Dar­mono. Ada apa lagi yang harus dipertimbangkan.

Sepertinya Darmono sulit me­­mutuskan?
Kasus hukum itu bukan kepu­tusan Jaksa Agung. Kasus hukum adalah kasus Kejaksaan Agung. Jadi, tidak harus menghambat proses hukum.

Apakah calon Jaksa Agung di­ambil dari luar atau dari da­lam kejaksaan?
Presiden kan sudah berkali-kali menjelaskan. Tunggu saja ya. Yang jelas, orangnya pasti ber­­sih. Tapi itu saja belum cu­kup, karena yang dibutuhkan saat ini adalah orang yang benar-benar mema­hami UUD 1945, memahami KUHP dan KUHAP.

Kenapa perlu memahami UUD 1945?
Itu sangat penting, sehingga tidak terjadi tabrak menabrak pe­raturan. Berkaca dari Presi­den, beliau saja selalu mem­bawa UUD 1945 di sakunya. Itu pen­ting agar apa yang dilakukan ti­dak bertentangan dengan aturan.

O ya, siapa saja yang ikut rom­bongan Presiden?
Ada anggota DPR dan DPD. Kalau menterinya saya nggak hafal. Totalnya sekitar 60 orang.

Mungkinkah ada calon Jak­sa Agung yang ikut rom­­­bong­an?
Nggak tahu saya.

Apa mungkin saat kun­jung­an itu diputus­kan siapa jadi Jaksa Agung?
Nggak tahu saya, itu kan terserah Presiden saja. Yang jelas, jam terbang Presiden itu padat sekali. Di sana kerjaan­nya sudah cukup banyak.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA