WAWANCARA

Djoko Suyanto: Belum Dibahas Mengenai Usulan Agar Soeharto Jadi Pahlawan

Selasa, 19 Oktober 2010, 07:15 WIB
Djoko Suyanto: Belum Dibahas Mengenai Usulan Agar Soeharto Jadi Pahlawan
RMOL. Ketua Dewan Gelar dan Tanda Jasa Kehormatan, Djoko Suyanto  mengatakan, tidak mau berandai-andai apakah bekas Presiden Soeharto dijadikan sebagai pahlawan nasional.

“Kami belum membahasnya. Jadi, belum bisa berandai-andai. Sabarlah ntar kami bahas dulu,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Ada 10 nama diusulkan masya­rakat menjadi pahlawan nasional melalui Kementerian Sosial (Ke­mensos), yakni Soeharto, bekas Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bekas Wakil Perdana Menteri Johannes Leimena, bekas Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, Sayid Al Jufrie (Sula­wesi Tengah), Abraham Dimara (Papua), Andi Makasau (Sula­wesi Selatan), Andi Depu (Sula­wesi Barat), Pakubuwono X (Jawa Tengah), dan Sanusi (Jawa Barat).

Djoko Suyanto selanjutnya me­ngatakan, nama-nama itu nanti akan dibahas di Dewan Gelar dan Tanda Jasa Kehor­ma­tan dalam waktu dekat ini.

“Sekarang ini kami belum bisa berkomentar soal itu ya. Nantilah kalau sudah dibahas,’’ ujar bekas Menko Polhukam itu.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kapan kira-kira mulai di­ba­has?
Belum diketahui. Yang jelas, sampai saat ini belum dibahas. Nanti segera dibahas setelah data lengkap dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Berarti usulan dari Kemen­sos belum sampai di Dewan.

Gelar dan Tanda Jasa Kehor­ma­tan ya?
Saya baru saja landing dari Denpasar. Jadi belum masuk ke saya. Mungkin saja sudah di Sekmil selaku sekretaris.

Siapa saja personil Dewan Ge­­lar dan Tanda Jasa Kehor­ma­­­tan itu ?
Ada Haryono Suyono sebagai Wakil Ketua merangkap anggota. Kemudian anggotanya adalah Juwono Sudarsono,  TB Silalahi, M Quraish Shihab, Jimly Asshid­di­qie, dan Edi Sedyawati.

Apa saja syarat untuk dianu­ge­rahi gelar pahlawan?
Nantilah kalau sudah selesai.

Apakah Anda bisa menilai se­­cara fair soal layak tidaknya Soeharto diberi gelar pahla­wan?  
He-he-he, saya nggak mau ko­mentar dan berandai-andai dulu se­belum semuanya pasti.

Ada anggapan pemberian ge­lar pahlawan bagi Soeharto ter­lalu prematur karena belum ada ke­sim­pulan dari Komisi Ke­be­naran dan Rekonsiliasi ten­tang sederet tudingan pe­lang­ga­ran Hak Asasi Ma­nusia, ko­men­tar Anda?
Sekali lagi, sampai sekarang kami belum rapat. Nanti kalau rapat akan di­bahas se­mua itu.

Pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto paling banyak ditentang para aktivis HAM?
Sekali lagi saya belum bisa memberikan tanggapan, karena semuanya memang belum diba­has di Dewan. Jadi nggak usah di­kembangkan yang nggak-nggak deh.

Salah satu aktivis HAM Fa­djroel Rahman bilang  Soeharto tak layak jadi pahlawan nasio­nal karena koruptor nomor satu dunia berdasarkan pro­gram Global Stolen Asset Reco­very Initiative di Markas Besar PBB, New York pada

17 Sep­tem­ber 2005, komentar Anda?

He-he-he... kan tadi sudah saya bilang, semua itu belum dibahas di Dewan.

Saya nggak mau komentar dan berandai-andai dulu sebelum semuanya pasti.

Dari 10 nama yang diusulkan kementerian sosial itu, kira-kira berapa yang dapat gelar pah­lawan nasional ?
Saya nggak mau komentar dan berandai-andai dulu sebelum semuanya pasti.

Apa sudah meneliti dan mem­verifikasi secara ketat terhadap 10 nama-nama yang diusulkan Kemensos tersebut?
Tanya ke Kemensos yang me­nya­ring dong.  [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA