Ketua DPR Marzuki Alie mendukung keputusan pemerintah menolak kehadiran kapal
Greenpeace, Rainbow Warriors.
“Kalau pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri melarang kunjungan kapal Greenpeace, sudah benar itu," kata Marzuki saat dihubungi wartawan, Senin (18/10).
Marzuki yakin, pelarangan itu pasti disertai pertimbangan dan bukti yang jelas dan pertimbangan strategis. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini juga yakin pemerintah memiliki data yang sangat lengkap terkait segala aktivitas para aktivis Greenpeace.
“Pemerintah pastinya memiliki data yang sangat komplit. Tidak akan sembarangan melarang mereka masuk ke Indonesia,†pungkas Marzuki.
Rainbow Warrior rencananya akan berlabuh di Tanjung Priok, pada Rabu pecan lalu (13/10). Kapal itu belum bisa memasuki perairan Indonesia karena belum mendapat izin dari Kementerian Luar Negeri, Mabes TNI, dan Kementerian Perhubungan.
Sebelumnya, Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jusuf Rizal mewanti-wanti agar pemerintah waspada.
Ini patut dicurigai, kenapa kapal Greenpeace mau masuk Indonesia bertepatan dengan rencana demontrasi besar-besaran. Ini ada korelasinya, tidak berdiri sendiri,†tegas dia kepada wartawan, Sabtu (16/10).
Jusuf juga mempertanyakan niat Greenpeace yang ingin membantu negara-negara berkembang seperti Indonesia. Menurut dia, bila memang Greenpeace berniat membantu, sebaiknya mereka mengawasi praktik industrial yang dilakukan perusahaan asing seperti Freeport, Newmont, atau Chevron yang nyata-nyata menyebabkan kerusakan alam dalam skala besar.
Akan tetapi, Yusuf yakin, Greenpeace tidak akan melakukan hal itu karena mereka merupakan anak asuh dari perusahaan-perusahaan multinasional tersebut. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: