Rencana Adukan Ikrar, Cara Rendahan Ruhut Cari Muka di depan SBY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 01 Oktober 2010, 14:18 WIB
Rencana Adukan Ikrar, Cara Rendahan Ruhut Cari Muka di depan SBY
RMOL. Ikrar Nusa Bhakti tidak perlu minta maaf terkait pernyataannya bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah pembohong. Secara politik, apa yang disampaikan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia itu sudah tepat.

"Apa yang diucapkan oleh Ikrar itu tepat secara politik. Itu tak dimaksudkan dalam ranah pribadi, tapi dalam ranah politik. Tentu kalau dirunut satu persatu akan ditemui fakta seperti yang diungkapkan Ikrar. lagi-lagi cara bacanya harus politik," ujar direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 1/9).

Makanya, niat Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang akan melaporkan Ikrar ke Polisi merupakan bentuk kepicikan berpikir dan rendahnya selera berdemokrasi dari seorang Ruhut. Sayang, sebut Ray, Ruhut hanya bernaung di bawah Partai Demokrat tapi cara pandangnya terhadap demokrasi sangat rendah.

"Saya pikir tindakan Ruhut ini sekedar trik dirinya mencari muka kepada SBY tapi dengan cara-cara rendahan. Sebagai ahli hukum dia sadar penuh bahwa delik pencemaran nama baik hanya dapat dilaporkan sendiri oleh korban, dalam hal ini SBY," demikian Ray. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA