RMOL.Adi Putra Tahir merasa optimistis bakal unggul dalam pemilihan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2010-2015 yang dilaksanakan hari ini dalam Munas ke-6, di Jakarta Convention Center (JCC).
“Walau terakhir mencalonkan diri, tapi saya merasa optimistis bakal unggul. Sebab, banyak dukungan dari Pengurus Kadin Daerah dan asosiasi atau perhimpunan usaha,’’ ujar Ketua Umum Kadin Indonesia, Adi Putra Tahir, kepada Rakyat Merdeka, di sela-sela launching Majalah Rakyat Merdeka, di Hotel Sultan, Jakarta, tadi malam.
Berikut kutipan wawancara dengan putra mendiang Jenderal (Purn) Achmad Tahir itu:
Sehari sebelum pemilihan Ketum Kadin, bagaimana peta dukungan kepada Anda?
Cukup signifikan. Saya kan mencalonkan diri atas permintaan sejumlah Kadin Daerah karena dianggap mampu menjadi perekat dan pemersatu di Kadin. Jadi, dukungannya cukup banyak.
Bisa disebutkan berapa persisnya?
Nggak etislah bicara angka-angka seperti itu. Sebab, Pengurus Kadin Daerah dan pengurus asosiasi atau perhimpunan usaha itu merasa tidak enak kepada calon yang lain kalau disebutkan namanya.
Jadi yakin unggul nih?
Saya optimistis bakal unggul. Tapi ya, kita lihat saja besok (hari ini).
Kenapa begitu yakin?
Ya, karena dukungannya cukup banyak.
Apa mereka tidak mbalelo?
Saya percaya tidak akan mbalelo. Sebab, hubungan pribadi dengan pengurus Kadin Daerah dan asosiasi atau perhimpunan itu sudah cukup lama.
Jadi, pendekatan saya itu kan pertemanan. Perlu Anda ketahui saya berkarya di Kadin lebih 20 tahun, dan menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi sudah lama, banyak periode. Bidang ini kan selalu berhubungan dengan Kadin Daerah karena menyangkut organisasi. Jadi, mereka sudah menjadi teman.
Anda dikenal ‘bertangan dingin’ dalam mengelola organisasi, sebagai organisatoris ulung, bisa disebutkan apa kuncinya?
Ha-ha-ha, banyak orang bilang seperti itu. Tapi saya menganggapnya biasa-biasa saja. Tidak ada pakai kunci-kunci. Yang jelas, saya bekerja selalu maksimal. Kemudian pengurus yang lain saya anggap sebagai teman. Itu saja.
Sepertinya Anda merendah, padahal salah satu prestasi Anda adalah sukses mengantar Sukamdani Sahid Gitosardjono, Aburizal Bakrie (Ical), dan MS Hidayat menjadi Ketum Kadin?
Masa saya memuji diri saya sendiri. Yang jelas, ketiga tokoh itu terpilih memimpin Kadin, saya sebagai Ketua Tim Suksesnya. Ini suatu kepuasan bagi saya. Apalagi ketiganya menjabat dua periode.
Jabatan periode kedua, ketiganya dipilih secara aklamasi. Ini kebetulan saja kali ya, he-he-he.
Apakah ketiga tokoh Kadin itu mendukung Anda?
Pencalonan saya sudah dibicarakan dengan ketiga tokoh Kadin tersebut. Pak Sukamdani kan sudah terang-terangan menyatakan dukungannya. Sedangkan Pak Ical dan Pak MS Hidayat memberikan dukungan agar saya mencalonkan diri.
Apa sudah ketemu dengan Ical?
Sudah bertemu dengan beliau di kediamannya, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, 11 September 2010, sebelum Pak Ical berangkat ke Amerika Serikat.
Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Fuad Zakaria bilang bahwa Anda lebih pas memimpin Kadin periode 2010-2015 karena punya 8 keunggulan, komentar Anda?
Saya sudah baca pernyataannya yang dimuat di koran. Fuad bilang saya berpengalaman di Kadin. diterima Kadin Pusat, dekat dengan pengurus Kadin Daerah, diterima pemerintah, dekat dengan pengurus asosiasi dan perhimpunan dunia usaha, seorang politisi yang sekarang ini menjadi anggota Komisi VI DPR, bukan pengusaha besar sehingga bisa konsentrasi memperbaiki Kadin, dan punya banyak gagasan yang brilian demi perbaikan ekonomi.
Anggota DPR Lili Asdjudiredja juga mendukung Anda, bagaimana komentarnya?
Kalau itu saya belum baca di media masa. Apa saja pernyataannya.
Lili tertarik dengan sejumlah program yang ditawarkan, mulai dari revisi UU Tenaga Kerja, menciptakan pengusaha menengah, memperjuangkan infrastruktur, terutama pertanian, dan lain sebagainya?
Ya, itu memang antara lain program yang saya akan laksanakan bila saya terpilih menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia. Selain itu, saya juga terus berjuang untuk menyakinkan pemerintah dan perbankan agar bunga pinjaman ke bank jangan terlalu tinggi. Selama ini bunganya bisa mencapai 15 persen, itu terlalu tinggi. Hendaknya kita bisa meniru Singapura, yang bunganya cuma 6 persen.
Kalau pengusaha besar bagaimana?
Itu juga ada persoalan, yakni soal pajak penghasilan, di sini telalu besar yakni 25 persen. Sedangkan di Singapura cuma 16 persen. Sedangkan di sini juga ada pajak deviden 10 persen. Ini kan pajak ganda namanya. Jadi, seharusnya dihapus saja.
Ini penyebab banyak pengusaha besar bikin usaha di luar negeri?
Betul. Karena pajak badannya untuk tahunan sangat murah. Kalau di Singapura 16 persen di Indonesia 25 persen. Bahkan tahun lalu sebesar 35 persen. Makanya Kadin mengusulkan agar pajak itu diturunkan saja.
Memang berapa banyak uang pengusaha itu ?
Banyak sekali. Kalau uang itu bisa dikembalikan ke sini, tentu ini memberikan gairah terhadap perekonomian kita di sini.
Program-program itulah yang membuat Lili mendukung Anda 100 persen, bagaimana tanggapannya?
Dukungan itu sangat berpengaruh. Sebab, Pak Lili itu selain sebagai politisi juga sebagai pengusaha ternama. Saya penasaran nih, apa saja yang dikomentari Pak Lili.
Lili merasa yakin kalau Anda terpilih menjadi Ketum Kadin 2010-2015 akan mampu mengurangi pengangguran, apa betul seperti itu?
Saya yakin sekali. Kalau semua program itu terwujud, tentu akan menciptakan lapangan pekerjaan. Ini otomatis mengurangi penggangguran.
Banyak program yang sudah Anda paparkan ke media massa, semuanya bagus, cuma bagaimana implementasinya?
Kalau saya terpilih menjadi Ketua Umum Kadin periode 2010-2015, tentu apa yang menjadi program saya itu akan saya perjuangkan sampai berhasil. Itu komitmen saya.
Termasuk merevisi UU Tenaga Kerja?
Undang-undang Nomor 3 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja perlu direvisi secepatnya. Ini akan menguntungkan pengusaha dan pekerja.
Persoalan utama di negeri ini dalam investasi adalah tenaga kerja. Para pengusaha merasa dirugikan dengan UU Tenaga Kerja sekarang ini.
Banyak sekali pasal-pasal yang memberatkan pengusaha. Tapi anehnya, UU ini juga sangat merugikan pekerja. Soalnya, dalam UU itu tidak dilarang pengusaha untuk menggunakan outsourcing. Artinya, pekerja itu bukan karyawan. Istilahnya pegawai kontrak. Ini tentunya merugikan pekerja.
Bagaimana program pengentasan kemiskinan, kongkritnya seperti apa?
Program paling utama saya adalah membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Untuk menciptakan lapangan pekerjaan, berarti perlu investasi. Investasi akan terjadi kalau syarat-syaratnya ada, kalau infrastrukturnya ada, kalau sumber pendanaannya bisa didapat. Ada akses, peraturan-peraturannya jelas, dan masyarakatnya mendukung.
Soal keinginan memperbanyak pengusaha menengah, kongkritnya seperti apa?
Pengusaha menengah sedikit sekali di negeri ini. Yang paling banyak itu pengusaha kecil dan informal. Makanya perlu dijembatani pengusaha kecil dengan pengusaha besar dan dengan pemerintah, sehingga tumbuh pengusaha menengah. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.