Selain SBS yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pembina Kadin Indonesia, ada empat calon lain yang ikut berburu kursi ketua umum Kadin yang akan digelar 24-25 September di Jakarta Convention Centre. Mereka adalah Chris Kanter (Wakil Ketua Umum Bidang Investasi dan Logistik), Sandiaga Salahuddin Uno (Wakil Ketua Umum Bidang UMKM dan Koperasi), Wisnu Wardhana (Wakil Ketua Bidang Keuangan non Bank), dan Adhi Putra Taher (Pjs Ketua Umum Kadin).
Kenapa SBS tergerak hatinya untuk maju jadi ketua umum Kadin? Kepada
Rakyat Merdeka, SBS mengatakan, alasan dirinya maju sebagai calon ketua umum Kadin karena merasa tertantang untuk membawa organisasi itu menjadi lebih baik lagi.
“Setelah berkecimpung lebih dari 40 tahun mengembangkan bisnis di daerah, saya memiliki kegelisahan besar untuk menciptakan ekonomi Indonesia yang tangguh melalui peningkatan ekonomi daerah,” katanya.
Menurut Presiden Komisaris PT Bumi Resource Tbk itu, Kadin harus berperan aktif mengembangkan ekonomi daerah dan menjadi mitra pemerintah.
“Oleh karena itu Kadin harus merevitalisasi diri menjadi organisasi yang kuat,” ujar bekas Utusan Khusus Presiden untuk wilayah Amerika Utara, Tengah dan Selatan itu.
Berikut kutipan selengkapnya:
Pandangan Anda terhadap Kadin saat ini bagaimana?
Sebagai payung pengusaha nasional, Kadin seharusnya mampu berperan maksimal dalam melindungi kepentingan pelaku bisnis, meningkatkan iklim investasi, serta menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang pro bisnis untuk meningkatkan daya tarik investasi. Secara organisasi, peran tersebut yang belum dapat terlaksana dengan baik.
Melihat kondisi tersebut, apa yang harus dilakukan Kadin ke depan?
Kadin harus bisa tampil sebagai representasi dunia usaha Indonesia agar disegani oleh rakyat, pemerintah dan dunia internasional. Upaya peningkatan Kadin di masa mendatang bisa dilakukan melalui konsep lima pilar revitalisasi Kadin, yaitu kepemimpinan, perkuatan landasan hukum, revitalisasi anggota, pengembangan ekonomi daerah, dan peningkatan daya saing ekonomi nasional.
Adakah penghambat dalam meningkatkan peran Kadin itu?
Saat ini Indonesia menghadapi tantangan masa depan yang berat. Peran Kadin tidak hanya sebagai organisasi dari sekumpulan pengusaha, namun juga diperlukan leadership, inisiatif, gagasan, dan dedikasi untuk kembali menata pola pikir dan tindakan dalam menciptakan dan implementasi kebijakan strategi ekonomi.
Bagaimana mengantisipasinya?
Untuk itu, Kadin harus melakukan revitalisasi internal sebagai penguatan organisasi dengan menitikberatkan pada reposisi Kadin, baik di pusat maupun daerah. Melalui revitalisasi tersebut, dua hal yang penting adalah pemberadayaan daerah dan peningkatan posisi tawar Kadin dengan seluruh pihak yang berkepentingan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Bisa diceritakan, kenapa Anda sampai maju jadi calon ketua umum Kadin?
Saya maju sebagai Ketua Umum Kadin karena dorongan dari teman-teman di Kadin Daerah. Bagi saya, dorongan tersebut merefleksikan adanya harapan dan tuntutan yang sangat besar terhadap peran dan fungsi Kadin agar dapat memberikan perhatian lebih besar kepada perekonomian daerah, memajukan daerah untuk menjadi pemain berdaya saing tinggi, dan bahkan bisa memiliki
competitive advantages dan menjadi pemain global.
Alasan lainnya?
Pengalaman saya selama lebih dari 40 tahun menggeluti bisnis sebagai wirausaha, organisasi, diplomasi, dan kemampuan saya menjalin hubungan dengan banyak pihak, mulai dari nasional hingga tokoh-tokoh internasional, merupakan bekal untuk membawa Kadin menjadi lebih baik.
Jika terpilih sebagai ketua umum Kadin, apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan peran Kadin dalam mendorong perekonomian Indonesia?
Menuju ekonomi Indonesia yang tangguh, Kadin memiliki tiga misi utama, yakni revitalisasi Kadin, berperan sebagai motor pendorong kebangkitan daerah, dan mendorong pemanfaatan sebesar-besarnya investasi asing dan dalam negeri untuk kemakmuran dan keamanan bangsa, dan pilar kekuatan perekonomian negara adalah kekuatan perekonomian daerah.
Oleh sebab itu, jika terpilih saya akan memposisikan Kadin sebagai motor utama penggerak pembangunan. Revitalisasi Kadin akan mendorong terwujudnya sistem ekonomi yang lebih adil, yang digerakkan oleh dunia usaha. Pada akhirnya, setiap daerah melalui prgram-program dari Kadin Daerah bersama-sama menjadi solusi bagi pembangunan yang menciptakan kemakmuran bangsa Indonesia.
[RM]
BERITA TERKAIT: