Untuk itu dibutuhkan figur yang pas, yakni orang itu harus mengerti organisasi Kadin, dekat dengan pengurus Kadin di daerah, orang itu harus diterima pemerintah demi mewujudkan terobosan-terobosan demi mengangkat ekonomi kerakyatan.
Selain itu, orang itu juga harus bisa menjembatani pengurus Kadin dengan asosiasi-asosiasi atau perhimpunan-perhimpunan dunia usaha.
Inilah yang perlu diperhatikan oleh 129 peserta yang punya hak pilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) Kadin yang dilaksanakan di Jakarta, 24-26 September 2010.
Sampai saat ini beredar sejumlah calon kuat, yakni Sandiaga S Uno (Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM dan Koperasi), Suryo Bambang Sulisto (Ketua Dewan Pertimbangan Kadin), Chris Kanter (Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Investasi dan Logistik), dan Wishnu Wardhana (Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Keuangan Nonbank dan Pasar Modal Indonesia).
Tapi hari ini calon bertambah satu lagi. Sebab, Adi Putra Tahir (Ketua Umum Kadin) akan mendeklarasikan diri ikut bertarung memperebutkan kursi Ketua Umum Kadin periode 2010-2015.
‘’Ketua Umum Kadin periode mendatang memang sangat strategis, jadi dibutuhkan orang yang kapabel dan mampu mengangkat kapasitas dunia usaha,’’ ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Erwin Aksa, kepada
Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Anda melihat sosok Ketua Umum Kadin periode 2010-2015 seperti apa?
Saya kira Kadin adalah lembaga dunia usaha yang sangat strategis dan penting, jadi memang harus dinahkodai orang yang kapabel dan mampu mengangkat kapasitas dunia usaha secara keseluruhan.
Siapa yang pas di antara calon yang ada?
Saya tidak mau menyebutkan nama, tapi orang itu harus mampu menggerakkan ekonomi secara nasional. Jadi, harus diterima semua komponen dunia usaha.
Bagaimana Anda melihat dari calon yang ada?
Artinya semua calon yang ada itu punya track record tersendiri, semua punya catatan dan punya program yang dimiliki dan sudah dipresentasikan langsung kepada masing-masing peserta, para pemilih. Dan tentunya kita berharap, peserta memilih yang terbaik. Kita harapkan Ketua Umum Kadin yang terpilih nanti bisa lebih berperan daripada yang selama ini diperbuat oleh Kadin.
Dari keempat ini, siapa yang paling berpeluang?
Saya tidak etis menyebut nama tapi tentunya dari semua itu punya track record, tinggal kita pilih siapa yang terbaik pada saatnya nanti.
Jadi Hipmi belum memutuskan siapa yang paling layak didukung?
Semuanya adalah kader dan teman-teman dari Hipmi. Sandiaga Uno dan Adi Putra Tahir adalah bekas Ketua Umum Hipmi, Wisnu Wardhana anggota Hipmi, Chris Kanter, salah satu Ketua Hipmi pada saat itu. Kemudian Suryo juga adalah anggota Hipmi. Jadi, semua calon adalah keluarga besar Hipmi. Tapi yang terbaiklah yang tentunya akan jadi Ketua Umum Kadin.
Apa Hipmi menjadi peserta?
Kalau himpunan dan asosiasi itu ada namanya konvensi, jumlahnya sekitar 200 himpunan dan asosiasi. Tapi yang bisa ikut dalam Munas hanya 30. Hipmi tentunya berusaha menjadi salah satu peserta melalui konvensi yang dilaksanakan satu hari sebelum Munas. Nanti dalam konvensi ini yang memutuskan siapa yang berhak ikut dan tentunya harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak karena akan dikerucutkan dari 200 menjadi 30.
Jika Hipmi menjadi peserta, apakah mendeklarasikan dukungan kepada siapa?
Saya kira Hipmi akan tetap netral karena semuanya adalah keluarga besar Hipmi. Jadi, siapapun yang terpilih, kami cukup bangga.
O ya, tantangan yang dihadapi Ketua Umum Kadin seperti apa?
Demi memajukan dunia usaha, tentu harus membangun komunikasi-komunikasi yang positif, baik Kadin dengan pelaku usaha, Kadin dan pemerintah, Kadin Pusat dan Kadin daerah. Intinya, Kadin harus mampu menjembatani kepentingan pelaku usaha dengan pemerintah. Dengan cara itulah Kadin bisa terus dihargai oleh dunia usaha agar bisa menciptakan peranan-peranan strategis bagi perkembangan ekonomi dan dunia usaha kita.
Kalau itu tidak lakukan, nantinya saya yakin banyak organisasi-organisasi usaha tidak melihat lagi Kadin sebagai tempat yang bisa memberi peranan strategis kepada ekonomi kita.
Bagaimana kontribusi Kadin selama ini?
Kadin kan mitra pemerintah untuk dunia usaha. Artinya lembaga ini harus lebih banyak berperan di dalam melihat dan juga ikut menciptakan suasana ekonomi, bisnis dan usaha-usaha yang lebih baik, khususnya dalam implementasi aturan-aturan, kebijakan, undang-undang yang terkait dengan ekonomi dan perbankan. Ini demi menggerakkan roda ekonomi kita agar lebih baik.
Siapa yang bisa menjembatani itu ?
Tadi kan saya sudah bilang, saya nggak mau menyebut orang. Yang jelas, peranan Kadin harus lebih baik ke depan. Artinya Kadin harus menjadi jembatan dan menjadi mitra buat organisasi-organisasi dunia usaha. Kadin ini adalah sebagai bapak organisasi-organisasi dunia usaha yang ada, sehingga harus mampu menjadi roda penggerak dari semua organisasi itu.
Apa koordinasi dengan Hipmi sudah berjalan ?
Kadin masih organisasi yang punya legitimasi tinggi dari pemerintah. Makanya semua organisasi yang berkaitan dengan dunia usaha, ya harus berada di bawah Kadin.
Untuk itu dibutuhkan figur pemimpin yang bisa menjembatani dan merangkul semua kalangan dunia usaha di Indonesia untuk bersatu membangun ekonomi. Kita tak ingin Kadin dijadikan alat untuk kepentingan.
Selama ini Kadin kurang kritis terhadap pemerintah, apa itu strategi jitu ?
Seringkali Kadin dikatakan terlalu dekat dengan pemerintah karena sebagai mitra, tapi seharusnya bisa memberikan masukan yang kritis yang bisa mempercepat kebijakan positif, yang progresif seperti yang diinginkan dunia usaha.
Artinya siapapun yang terpilih harus tetap kritis?
Tentunya harus kritis dalam arti membangun, bukan kritis tanpa solusi. Kita kritis tapi memberikan solusi yang baik.
[RM]
BERITA TERKAIT: