Berkaitan dengan hiruk-pikuk kehidupan politik di Tanah Air, saya berharap perbedaan pandangan diantara politisi dan semua lapisan masyakat tidak berujung kepada putusnya tali silatuhrahmi. Kita semua harus memberikan maaf antara satu dengan yang lain.
Semua para pemangku jabatan, entah sebagai anggota legislatif, kepala daerah, dan jabatan politik lainnya, harus menyadari bahwa urusan politik hanyalah urusan dunia semata.
Selain itu, semua pemangku jabatan, termasuk saya harus menyadari, bahwa Allah tidak memandang umatnya dari jabatan dan kedudukan politiknya.
Dari refeleksi itu, saya kira semua akan menyadari betapa lemahnya manusia dihadapan Allah.
Semoga saja setelah Idul Fitri, kehidupan berbangsa dan negara semakin baik.
Apakah Anda mudik Lebaran tahun ini?
Mudik buat saya wajib. Biasanya, sebelum menjadi pimpinan dewan, H-1 saya sudah mudik ke rumah mertua di wonosobo. Pada perayaan hari raya Idul Fitri saya pergi ke pemakaman pahlawan di Semarang, untuk jiarah ke pemakaman bapak saya, lalu kemudian ke makan ibu.
Saya ini sudah yatim piatu sejak tahun 1992. Oleh karena itu kalau ada yang kesulitan mencari yayasan yatim piatu, ke saya saja, saya yatim piatu... he... he... he... doa anak yatim makbul lho.. he.. he..
Anda tentu sedih sudah tidak bisa merayakan hari raya Idul Fitri bersama orang tua?
Saya sedih luar biasa, itu amat saya rasakan setiap malam takbiran. Saya pasti mencucurkan air mata, menagis. Karena saya membayangkan, sudah tidak bisa lagi melakukan sungkeman pada hari raya Idul Fitri.
Saya merasa sudah tidak punya tempat lagi bersandar, untuk memperoleh bimbingan dari orang tua. Sekarang kalau sedang bimbang, saya kembalikan ke Al Quran dan hadist.
Anda memiliki pengalaman menarik ketika merayakan hari raya Idul Fitri?
Ada. Saya pernah mudik Lebaran pada H-1 hari raya Idul Fitri, dari Jakarta menuju Semarang, sekitar tahun 80-an. Saat itu orangtua saya masih ada. Kami mengalami macet total, mobil berhenti sehari semalam tidak bergerak sama sekali. Padahal biasanya dari Jakarta ke Semarang, tidak perlu sampai sehari semalam di jalan.
Saya masih ingat betul, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Hotel di pinggir jalan penuh semua, makanan di warung sepanjang jalan habis di borong pemudik, toilet juga tidak berfungsi karena penuh. Suasana ketika itu mirip dengan dengan suasana pengungsian.
Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana pemudik yang kena macet di tengah hutan. Situasinya mungkin lebih buruk dari yang saya alami.
Sampai hari raya Idul Fitri, kami masih diperjalanan. Kami akhirnya salat Ied di jalan. Kebetulan, posisi kendaraan saya dekat dengan lapangan yang menggelar salat Ied.
Jadi fenomena macet itu sudah ada sejak tahun 80-an ya...
Iya sudah ada. Anehnya, perkembangan ruas jalan di jalur mudik perkembangannya tidak signifikan. Kebiasaan mudik memang kebiasaan tradisional yang sifatnya tahunan. Tetapi, saya kira kedepan pemerintah harus lebih siap mempersiapkan jalan di jalur mudik agar tidak terjadi stagnasi seperti yang pernah saya alami.
Itu pengalaman yang tidak menyenangkan. Anda punya pengalaman yang berkesan tetapi menyenangkan?
Tentu ada, saya sangat terkesan dengan Lebaran ketika masih kecil, saya takbiran keliling kampung sambil main macan gonggong (meriam dari bambu).
Saat kecil, saya ini tinggal di Pubalingga, sehari sebelum lebaran, saya tidak pernah tidur sampai pagi. Saya nyalakan obor, takbiran keliling kampung. Untuk menambah semarak suasana, kami main macan gong-gong. Sekarang permainan itu sudah tidak ada. Saya rindu berlebaran seperti itu.
Apa menu favorit Anda saat hari raya Idul Fitri?
Sama seperti orang kebanyakan, saya suma makan ketupat dan opor ayam. Tetapi makanan yang paling saya suka itu tempe. Dimana saja dan kapan saja, saya pasti mencari tempe... he.. he.. Nggak lengkap rasanya kalau makan tidak pakai tempe... he.. he..
Saat hari raya Idul Fitri, banyak masyarakat yang membagi-bagi ampao. Apa kebiasaan itu juga Anda lakukan?
Ada. Saya ini anak terakhir dari enam bersaudara. Sejak ke kecil sampai remaja, saya tidak pernah membagikan ampao karena saya yang mendapatkan saweran dari kakak-kakak saya...he..he..
Kalau sekarang, saya yang bagi-bagi ampao ke ponakan, he.. he..
Sebagai kader partai, apakah Anda Lebaran ke tokoh-tokoh senior di partai?
Biasanya, setiap hari Lebaran saya sempatkan diri mengunjungi tokoh tokoh senior di PAN seperti Amien Rais. Itu menjadi agenda rutin. Tetapi terus terang, saya lebih banyak menghabiskan waktu Lebaran di kampung. Saya lebih senang kesempatan di hari Idul Fitri, saya gunakan untuk melakukan interopeksi diri. Karena itu, ketika sedang jiara ke makam orang tua, saya bisa dua sampai tiga jam di makam.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada Masyarakat di kesempatan hari Idul Fitri?
Pertama, saya ingin di tengah– tengah kehidupan politik yang sangat tidak bisa diprediksi seperti saat ini, saya berharap semua masyarakat, baik yang sedang memangku jabatan maupun rakyat biasa melakukan refleksi, melakukan intropeksi diri agar bangsa dan negara kita bisa lebih baik.
Saya berharap kedepan, para pemimpin negara bisa bersikap lebih tegas dan menelurkan kebijakan yang pro rakyat.
Kepada masyarakat, saya berharap masyarakat bisa menghormati para pemimpin dengan baik. Masyarakat juga harus menyadari bahwa seorang pemimpin tidak lepas dari kekurangan dan kelebihan. Saya menerima setiap masukan dan kritikan.
Masyarakat silakan memberikan masukan dan kritikan, dengan cara demontrasi pun tidak apa-apa. Tetapi saya berharap semua harus dilakukan dalam koridor – koridor batas kesantunan.
Dimata Anda, apakah kondisi bangsa ini sudah sangat memprihatinkan?
Bukan itu maksud saya. Saya hanya ingin mengajak masyarakat melaksanakan demokrasi dengan baik. Saya yakin, demonstrasi dan protes sudah ada sejak jaman Rasulluloh. Artinya protes boleh-boleh saja terjadi tetapi saya harapkan jangan sampai mencaci maki pribadi dan menebar fitnah.
Sebagai bangsa dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita harus menunjukan sikap akhlak yang baik kepada dunia. Jangan sampai kita hanya sekedar pemilik mayoritas umat muslim tetapi kita harus tunjukan bahwa umat muslim di Indonesia juga memiliki mayoritas kualitas. n Srf
BERITA TERKAIT: