"Kita harus hormati keputusan Kapolri yang mau mengajukan dua nama saja. Dia kan pembantu presiden dan saya yakin BHD tahu dan mempertimbangkan betul
track record kedua calon tersebut," ujar anggota Komisi III dari Fraksi PAN, Ahmad Rubaie, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/9).
Menurut Rubaie, delapan nama calon Kapolri yang kini diaudit oleh Komisi Kepolisian Nasional terlalu banyak.
Komisi III, sebagai komisi yang akan melakukan uji kelayakan terhadap calon Kapolri, malah berharap dari dua nama yang akan dikirimkan BHD kepada Presiden SBY, hanya satu yang akan dilemparkan ke DPR untuk diuji kelayakannya.
"Supaya kita di DPR lebih konsentrasi melakukan
fit and proper test," jelasnya.
"Kita akan berikan pertanyaan yang tajam dalam
fit and proper test terkait dengan apa obsesi dan visi dari calon Kapolri termasuk misalnya soal permaslahan
positioning Polri yang sekarang ada dan bagaimana mengatasinya," imbuh Rubaie.
[ald]
BERITA TERKAIT: