Fadly Zon: Penolakan Pembangunan Gedung Baru DPR Bukan Sekadar Mencari Simpati Rakyat

Minggu, 05 September 2010, 00:05 WIB
Fadly Zon: Penolakan Pembangunan Gedung Baru DPR Bukan Sekadar Mencari Simpati Rakyat

RMOL.Sikap ini tentu aneh. Sebab, salah satu kadernya, Pius Lustri­lanang, menjadi Wakil Ketua  Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR. Seharusnya Pius menolak keras pembangunan gedung baru ini.

Selain itu, rencana pembangu­nan gedung baru ini sudah lama dibicarakan, tapi mengapa seka­rang sejumlah parpol menolak­nya, salah satunya Partai Ge­rindra.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra,  Fadly Zon mengatakan, apa yang terjadi di BURT karena kurang koordinasi saja dengan fraksi.

“Makanya ini yang sekarang kita koreksi. Pandangan BURT itu bertentangan dengan pan­dangan partai,” katanya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kalau begitu apa yang dila­ku­kan Partai Gerindra?

Atas kurang koordinasi itu, Pius akan  dimintai pendapat. Un­tuk ke depan kita akan komuni­kasikan dengan baiklah.

Sikap Partai Gerindra su­dah tegas nih, bukan sekadar basa-basi?

Ya, ini serius, bukan sekadar mencari simpati rakyat. Menurut kami pembangunan gedung baru DPR itu tidak ada urgensinya saat ini. Pembangunan itu  tidak menghiraukan kepentingan rak­yat, hanya berdasarkan kepen­tingan sendiri. Saya kira yang harus dibangun itu bukanlah gedung, tapi kinerja.

Makanya Fraksi Gerindra se­cara resmi menolak dengan te­gas rencana pembangunan ge­dung baru tersebut karena me­mang tak ada urgensinya. Dana Rp 1,6 triliun itu masih bisa di­pakai untuk yang lebih ber­manfaat.

Jadi penolakan itu bukan gara-gara banyak pihak yang me­nolak rencana tersebut?

Selama ini kan kami belum menyatakan sikap yang resmi. Yang komentar kan saudara Pius Lustrilanang saja sebagai Wakil Ketua BURT, tapi itu yang kita koreksi sekarang ini.

Jika DPR paksakan rencana pembangunan tersebut, apa efek­­nya?

Ya, DPR akan semakin men­jadi lembaga yang tidak diper­caya. DPR hanya akan dilihat sebagai lembaga yang hanya mengutamakan kepentingan diri sendiri dan tidak peduli pada ke­pentingan masyarakat. Saya kira itu yang akan terjadi.

Jadi pembangunan gedung baru tersebut sebaiknya ditun­da atau dibatalkan?

Menurut saya sebaiknya diba­talkan sajalah secara permanen. Apalagi kita melihat situasi sekarang ini yang sama sekali tak ada urgensinya. Ya kecuali kita mempunyai kelebihan dana, kelebihan budget gitu. Kecuali  gedung DPR mengalami kemi­ringan atau ada hal yang lebih mendesak, tapi sekarang gedung DPR tidak ada masalah kok.

Ada usulan BURT DPR di­hapus?

Saya kira tidak ada masalah ya. Sebetulnya kan urusan rumah tangga DPR cukup di internal saja, tidak perlu ada badan ter­sendiri.

Jadi anda setuju kalau BURT dihapus?

Bukan gitu, tapi tidak perlu jadi badan yang memiliki kekuasaan. Ini cukup di urusan internal. Jadi lebih baik diperkecil.

Ke depan hal-hal apa saja yang mesti dilakukan para wa­kil rakyat?

Saya kira yang harus mereka lakukan adalah harus betul-betul memperjuangkan apa yang jadi aspirasi rakyat, melaksanakan janji-janji kampanya yang me­reka ungkapkan, memperjuang­kan kepentingan rakyat di dae­rah. [RM]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA