RMOL.Sikap ini tentu aneh. Sebab, salah satu kadernya, Pius Lustrilanang, menjadi Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR. Seharusnya Pius menolak keras pembangunan gedung baru ini.
Selain itu, rencana pembangunan gedung baru ini sudah lama dibicarakan, tapi mengapa sekarang sejumlah parpol menolaknya, salah satunya Partai Gerindra.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadly Zon mengatakan, apa yang terjadi di BURT karena kurang koordinasi saja dengan fraksi.
“Makanya ini yang sekarang kita koreksi. Pandangan BURT itu bertentangan dengan pandangan partai,” katanya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Kalau begitu apa yang dilakukan Partai Gerindra?
Atas kurang koordinasi itu, Pius akan dimintai pendapat. Untuk ke depan kita akan komunikasikan dengan baiklah.
Sikap Partai Gerindra sudah tegas nih, bukan sekadar basa-basi?
Ya, ini serius, bukan sekadar mencari simpati rakyat. Menurut kami pembangunan gedung baru DPR itu tidak ada urgensinya saat ini. Pembangunan itu tidak menghiraukan kepentingan rakyat, hanya berdasarkan kepentingan sendiri. Saya kira yang harus dibangun itu bukanlah gedung, tapi kinerja.
Makanya Fraksi Gerindra secara resmi menolak dengan tegas rencana pembangunan gedung baru tersebut karena memang tak ada urgensinya. Dana Rp 1,6 triliun itu masih bisa dipakai untuk yang lebih bermanfaat.
Jadi penolakan itu bukan gara-gara banyak pihak yang menolak rencana tersebut?
Selama ini kan kami belum menyatakan sikap yang resmi. Yang komentar kan saudara Pius Lustrilanang saja sebagai Wakil Ketua BURT, tapi itu yang kita koreksi sekarang ini.
Jika DPR paksakan rencana pembangunan tersebut, apa efeknya?
Ya, DPR akan semakin menjadi lembaga yang tidak dipercaya. DPR hanya akan dilihat sebagai lembaga yang hanya mengutamakan kepentingan diri sendiri dan tidak peduli pada kepentingan masyarakat. Saya kira itu yang akan terjadi.
Jadi pembangunan gedung baru tersebut sebaiknya ditunda atau dibatalkan?
Menurut saya sebaiknya dibatalkan sajalah secara permanen. Apalagi kita melihat situasi sekarang ini yang sama sekali tak ada urgensinya. Ya kecuali kita mempunyai kelebihan dana, kelebihan budget gitu. Kecuali gedung DPR mengalami kemiringan atau ada hal yang lebih mendesak, tapi sekarang gedung DPR tidak ada masalah kok.
Ada usulan BURT DPR dihapus?
Saya kira tidak ada masalah ya. Sebetulnya kan urusan rumah tangga DPR cukup di internal saja, tidak perlu ada badan tersendiri.
Jadi anda setuju kalau BURT dihapus?
Bukan gitu, tapi tidak perlu jadi badan yang memiliki kekuasaan. Ini cukup di urusan internal. Jadi lebih baik diperkecil.
Ke depan hal-hal apa saja yang mesti dilakukan para wakil rakyat?
Saya kira yang harus mereka lakukan adalah harus betul-betul memperjuangkan apa yang jadi aspirasi rakyat, melaksanakan janji-janji kampanya yang mereka ungkapkan, memperjuangkan kepentingan rakyat di daerah. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: