Kabar ini memberikan kelegaan bagi pasar dan menghidupkan kembali harapan bahwa bank sentral AS (The Fed) akan mulai menurunkan suku bunga pada pertengahan tahun ini.
Kondisi suku bunga rendah umumnya menjadi angin segar bagi emas, karena aset ini menjadi lebih menarik di mata investor dibandingkan simpanan bank. Meskipun data tenaga kerja AS sempat menunjukkan angka yang kuat dan memicu kekhawatiran sebelumnya, tren inflasi yang melandai terbukti lebih dominan dalam mendorong harga emas dan perak untuk kembali bangkit.
Di sisi lain, permintaan emas fisik di China tetap tinggi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Melihat tren positif ini, analis bahkan mulai menaikkan proyeksi harga emas untuk kuartal mendatang karena fungsinya yang dinilai stabil sebagai aset perlindungan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dikutip dari Reuters, emas spot naik 2,1 persen menjadi 5.022,06 Dolar AS per ons, pada perdagangan Jumat,13 Februari 2026 atau Sabtu dini hari WIB. Emas spot naik 1,2 persen sepanjang pekan ini.
Sehari sebelunya, emas turun sekitar 3 persen, mencapai level terendah hampir satu minggu.
Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup naik sekitar 2 persen menjadi 5.046,30 Dolar AS per ons.
Perak spot naik 3,4 persen menjadi 77,70 Dolar AS per ons, setelah sempat turun 11 persen pada sesi sebelumnya.
BERITA TERKAIT: