Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad mengakui, pihaknya telah berupaya keras agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Tapi sampai sekarang sudah 10 kali penangkapan terjadi.
“Sudah 10 kali kita mengalami masalah yang seperti ini dengan Malaysia. Kita menginginkan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Malaysia harus menghormati teritori Indonesia,” kata Fadel Muhammad kepada
Rakyat Merdeka, di Jakarta, belum lama ini.
Berikut petikan selengkapnya:
Bagaimana sikap Anda atas sikap Malaysia yang pernah menangkap tiga orang petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan ?
Saya mengharapkan permasalahan ini bisa diproses oleh mekanisme diplomasi agar tidak kembali terulang. Kita berharap agar kasus ini diselesaikan secara baik-baik.
Apa yang Anda sudah lakukan ?
Kami telah mengirim sejumlah orang setingkat direktur, Eselon II, untuk ke Johor, Malaysia.
Apakah anda sudah melakukan protes kepada pihak Malaysia atas penahanan tersebut ?
Saya sudah berkomunikasi dengan Duta Besar RI untuk Malaysia, pemerintah pusat Malaysia dan semua pihak-pihak terkait. Saya harapkan masalah ini tidak merugikan Indonesia. Sebab dalam kasus ini nelayan Malaysia jelas-jelas telah melanggar batas teritori karena menangkap ikan di wilayah Indonesia.
Banyak kalangan menyesalkan cara barter untuk membebaskan tiga anak buah Anda dengan tujuh nelayan Malaysia ?
Masalah ini tentu saja erat kaitannya dengan persoalan hubungan diplomasi Indonesia-Malaysia. Dalam masalah ini tugas saya adalah membebaskan tiga petugas KKP dan saya telah melakukannya. Menyangkut soal penahanan dan pemulangan nelayan di pihak Malaysia, kita tentu saja koordinasi dengan pihak terkait seperti Menlu menimbang solusi terbaik.
Jadi dalam kasus ini, saya akan bekerja harus berdasarkan Undang-undang. Jadi saya tidak sembarang apalagi dalam menahan dan memulangkan orang, karena ini erat kaitannya dengan hubungan diplomasi. Untuk persoalan nota protes kepada pihak Malaysia, saya kira Menlu lebih punya otoritas untuk bertindak ketimbang KKP, tentu saja melalui cara-cara diplomasi.
Penangkapan seperti ini sudah berapa kali terjadi ?
Sudah 10 kali kita mengalami masalah yang seperti begini dengan Malaysia. Kita menginginkan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Malaysia harus menghormati teritori Indonesia. Menurut saya perlu diciptakan pola baru dalam kerja sama pengaturan keamanan di Indonesia agar hubungan baik dengan Malaysia bisa terjadi di semua tingkatan. Di tingkat atas, Malaysia itu baik sama kita. Tapi di tingkat aparat bawah itu saya merasa kurang enak.
Loh, kalau sudah 10 kali kenapa belum ada tindakan serius ?
Ya, Makanya ke depan kita mengupayakan agar pihak Malaysia tidak lagi mengulangi perbuatannya.
Anda sendiri menilai kasus penahanan tiga aparat anda bagaimana ?
Penyelesaian insiden ini harus mengedepankan prinsip perdamaian dan persaudaraan sesama ASEAN karena pada kenyataannya Malaysia adalah tetangga dan bangsa serumpun. Sebesar apapun masalahnya semua dapat diselesaikan secara diplomatik dan menghindari konflik di laut. Ada permasalahan perbatasan laut kedua negara yang dalam proses pembahasan dan kiranya sudah ada signal positif bahwa kedua negara akan meningkatkan intensitas perundingan.
Ada anggapan seharusnya masalah pengawasan pencurian sumber daya alam laut Indonesia lebih baik diserahkan pada TNI AL ?
Bagi KKP, kerangka acuan yang digunakan dalam operasi pengawasan perikanan adalah penetapan WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 12/2009 dan lokasi tersebut diyakini masih dalam WPP Indonesia. Dari hasil operasi pengawasan selama tahun 2009 ada 14 kasus kapal ikan Malaysia yang melakukan pelanggaran di perairan Natuna, Selat Malaka dan perairan Kepri dan hampir semuanya diputuskan kapal dirampas untuk negara. Pada tahun 2010 terdapat 10 kasus pelanggaran yang dalam proses hukum di perairan yang sama.
Apakah saat ini sudah ada perjanjian bilateral di Bidang Perikanan antara Indonesia dan Malaysia ?
Saat ini memang belum ada perjanjian bilateral antara Indonesia dengan Malaysia dalam bidang Perikanan. Kedua pihak masih dalam penjajakan untuk kerjasama yang saling menguntungkan. Makanya ke depan kerja sama dengan Malaysia dapat dikembangkan dalam bidang Budidaya dan Pemasaran dimana Malaysia merupakan pasar yang potensial bagi produk perikanan Indonesia dan dari sisi teknologi Budidaya, Indonesia lebih unggul.
Ke depan ada usulan agar kapal dan petugas KKP yang bertugas di laut dibekali persenjataan untuk melindungi diri dari ancaman Malaysia ?
Kalau untuk dipersenjatai petugas KKP kita akan pertimbangkan nanti, apakah nanti pihak-pihak terkait setuju kalau petugas sipil seperti KKP dipersenjati. Kami kan petugas sipil. Saya justru melihat ada usulan positif yang berkembang selama ini yang menginginkan agar kapal-kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama untuk dikelola TNI Angkatan Laut melalui sebuah kerja sama. Tugas KKP menurut saya sebaiknya lebih fokus kepada sisi ekonomi dari kelautan dan perikanan, sedangkan perbatasan laut tetap menjadi tanggung jawab aparat keamanan.
Berapa jumlah armada kapal yang dimiliki untuk memantau perairan Indonesia ?
KKP memiliki kapal sebanyak 40 unit. Dari jumlah itu, 17 unit dilengkapi senjata api. Infrastruktur untuk menjaga perbatasan juga banyak dimiliki institusi sipil lainnya.
Dengan insiden ini, apa yang perlu dibenahi KKP ?
Kita punya tujuan penting, yakni memperkuat kelembagaan dan sumber daya manusia secara terintegrasi, mengelola sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan, meningkatkan produktivitas dan daya saing berbasis pengetahuan dan kita ingin bekerja sama dengan semua pihak untuk memperluas akses pasar.
[RM]
BERITA TERKAIT: