Kunci Selat Hormuz Hilang dan Blokade AS

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/jimmy-h-siahaan-5'>JIMMY H SIAHAAN</a>
OLEH: JIMMY H SIAHAAN
  • Rabu, 15 April 2026, 06:31 WIB
Kunci Selat Hormuz Hilang dan Blokade AS
Ilustrasi Selat Hormuz. (Foto: Motorist Malaysia)
HORMUZ adalah kata yang berubah bentuk dari Bahasa Persia Ohrmuzd, yang berarti Ahura Mazda. Kata tersebut dapat merujuk kepada: Selat Hormuz di Teluk Persia. Pulau Hormuz, sebuah pulau di Iran yang berada di Teluk Persia.

Hormuz umumnya merujuk pada Selat Hormuz, jalur air strategis selebar 33 km antara Iran dan Oman yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. 

Ini adalah urat nadi utama energi global, di mana sekitar 20-25 persen pasokan minyak dunia melintas setiap hari. 

Jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan minyak global, menghubungkan negara produsen minyak di Teluk (Arab Saudi, Qatar, Kuwait) ke pasar global.

Lokasi Strategis 

Terletak di perairan sempit antara pantai utara Iran dan selatan Semenanjung Musandam. Sering disebut sebagai Strait of Hormuz, Ma??q Hurmuz, atau perairan Teluk Persia.

Sering menjadi titik konflik akibat ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat terkait keamanan pelayaran. Dan merupakan pulau terpisah di Teluk Persia yang terkenal dengan tanah berwarna-warni, terletak sekitar 20 km dari Bandar Abbas, Iran. 

Hormuz adalah salah satu titik paling krusial bagi keamanan energi dunia. Mengenal Selat Hormuz, Jalur Distribusi Minyak Paling Vital di Dunia

Selat Hormuz bukan sekadar perairan sempit ia adalah jalur pelayaran paling krusial bagi keamanan energi global.

Kunci Hormuz Hilang

Sejumlah Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di berbagai negara ramai-ramai mengejek unggahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di media sosial.

Sebelumnya, Trump mengunggah pernyataan di platform X yang bernada ancaman terhadap Iran.

"Hari Selasa, 8 April 2026 menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya dalam satu hari, di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!! Buka Selat itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka  LIHAT SAJA ! Segala puji bagi Allah," tulis Trump.

Unggahan itu kemudian memicu respons sejumlah Kedubes Iran di luar negeri yang membalas dengan nada sindirian.

"Kita kehilangan kuncinya (Selat Hormuz)," tulis Kedubes Iran di Zimbabwe, menanggapi pernyataan Trump tersebut.

Kedubes Iran di Afrika Selatan juga mengolok-olok Trump dengan membalas unggahan yang diunggah Kedubes Iran di Zimbabwe.

"Sst... kuncinya (Selat Hormuz) ada di bawah pot bunga. Dibuka hanya untuk teman," ujarnya.

Selain itu, Kedubes Iran di Afrika Selatan juga melontarkan sindiran lain dengan permainan kata terkait penyebutan Iran.

"Tidak heran jika sebagian orang Amerika mengatakan I ran (saya lari)" alih-alih Iran,”  tulisnya.

Respons lain juga datang dari Kedubes Iran di India yang mengkritik gaya komunikasi Trump.

"Mengumpat dan menghina adalah perilaku anak pecundang yang menyebalkan. Kendalikan dirimu, pak tua!" tulisnya.

Sementara itu, Kedubes Iran di Swedia menyampaikan pesan bernada politis melalui unggahan visual yang menyinggung isu hak perempuan.

"Rudal-rudal Iran lebih memperjuangkan hak-hak perempuan daripada para penuntut politik dan gerakan-gerakan feminis," ujar Kedubes tersebut.

Kedubes Iran di Thailand juga melontarkan kritik terhadap gaya bahasa Trump yang tidak mencerminkan sikapnya sebagai pemimpin negara.

"Dilihat dari cara Presiden AS mengumpat seperti remaja, tampaknya AS telah mencapai Zaman Batu lebih cepat dari yang diperkirakan," tulisnya. 
 
Blokade Hormuz

Setelah gencatan senjata, dilanjutkan perundingan di Islamabad tersebut berlangsung hampir 21 jam, tetapi berakhir tanpa  hasil,  Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan pihaknya telah mengajukan proposal yang disebut sebagai tawaran terakhir dan terbaik bagi Iran. 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers singkat tanpa merinci isi proposal yang dimaksud.  

Kegagalan negosiasi, Hari Minggu, 12 April 2026 memperburuk ketegangan yang sebelumnya sempat mereda lewat kesepakatan gencatan senjata dua pekan yang akan berakhir 22 April.

Kini Trump ancam blokade Selat Hormuz Presiden Donald Trump kemudian mengumumkan langkah tegas dengan memerintahkan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar dan masuk Selat Hormuz. 

Ia juga menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk melacak serta mencegat kapal yang membayar Iran untuk melintasi jalur tersebut. 

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan akan memulai blokade lalu lintas maritim menuju dan dari pelabuhan Iran. Blokade dijadwalkan dimulai pada Senin pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB.

Penawaran Terakhir dan Terbaik

Kegagalan perundingan tersebut mengguncang kawasan yang sudah tegang dan meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya kembali pertempuran. 

Dalam wawancara Fox News selanjutnya, Trump kembali mengancam infrastruktur energi Iran dan memperingatkan bahwa dia akan mengenakan tarif 50 persen pada impor China jika Beijing mencoba membantu militer Iran. 

Blokade AS tampaknya dipicu oleh kegagalan perundingan di Islamabad tentang mengakhiri perang. 

Delegasi AS yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, frustrasi oleh penolakan Iran untuk melepaskan apa yang disebutnya sebagai haknya untuk memiliki program nuklir. “Saya selalu mengatakan, sejak awal, dan bertahun-tahun yang lalu, IRAN TIDAK AKAN PERNAH MEMILIKI SENJATA NUKLIR!” tulis Trump. 

Setelah perundingan pertemuan tingkat tertinggi antara kedua pihak sejak revolusi Islam 1979,Vance mengatakan Washington telah memberikan Teheran “tawaran terakhir dan terbaik". Dia menambahkan: “Kita akan lihat apakah Iran menerimanya.” 

Anggota parlemen Iran, Mahmoud Nabavian, yang juga menghadiri negosiasi tersebut, mengatakan di X bahwa tuntutan AS yang berlebihan termasuk "pembagian bersama dengan Iran dalam manfaat Selat Hormuz" serta penghapusan uranium yang diperkaya 60 persen milik negara tersebut. 

Nicole Grajewski, seorang asisten profesor di Sciences Po’s Center for International Research, mengatakan bahwa blokade AS "bukanlah sinyal paksaan kecil" tetapi lebih dianggap sebagai dimulainya kembali perang secara efektif. 

Hampir Selangkah Lagi 

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa Teheran hanya "hampir selangkah lagi" dari kesepakatan dengan Washington tetapi dihadapkan dengan "maksimalisme, perubahan target, dan blokade." 

Kegagalan perundingan akan meningkatkan kekhawatiran bahwa pertempuran yang kembali terjadi dapat mendorong harga energi lebih tinggi dan semakin merusak pengiriman serta fasilitas minyak dan gas. 

Tak lama setelah perdagangan dimulai, harga satu barel West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik sekitar delapan persen menjadi 104,50 Dolar AS, sementara pengiriman Juni untuk patokan internasional Brent naik tujuh persen menjadi 102 Dolar AS. 

Pakistan mendesak kedua belah pihak untuk terus mematuhi gencatan senjata sementara. 

Namun kekhawatiran telah meningkat bahwa gencatan senjata dapat runtuh, sebagian karena serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon, di mana Iran bersikeras bahwa gencatan senjata juga berlaku. 

Minum Segelas Air dan Minyak

Penutupan selat Hormuz membawa soal baru bagi Iran serta membuat strategi pamungkas Iran terganggu.

Selat Hormuz adalah sebuah perisai perang bagi Iran. Walaupun Iran pernah mengalami kegagalan saat berperang delapan tahun dengan Irak.

Bagi Amerika menutup selat Hormuz akan membuat dampak sangat besar bagi Dunia, Khususnya China dan Asia Tenggara.

Jika penutupan terjadi apakah membuat konflik akan meluas dan atau  meredam?   

Hal ini pasti berpengaruh pada negara yang bertetangga dengan Iran. 

Memang seorang pejabat AL Iran, pernah mengatakan bahwa menutup Selat Hormuz, mudah seperti minum segelas air (easier than drinking a glass of water).

Namun, Ben Smith dari Woodrow Wilson Center tidak setuju dan mengatakan, pada kenyataan hal itu seperti meminum segelas minyak. (In reality, it would be drinking a glass of gazoline). rmol news logo article

*Penulis adalah Eksponen Gema 77/78


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA