Coba anda bayangkan, dia hanya seorang pegawai pajak yang gajinya tidak lebih dari Rp 5juta per bulannya. Dalam sekejap juga dia menjadi milyarder, bagai orang kaya baru tertiban duit dari
Telisik demi telisik ternyata kekayaannya tak lebih dari sekedar gaji, melainkan uang panas yang didapat dari para pengemplang pajak pengusaha-pengusaha tanah air.
Alhasil Gayus terjerat kasus mafia Pajak, beberapa pejabat ikut terlibat di dalamnya, dan para penegak hukum yang ikut melancarkan aksi Gayus pun tak bisa lari dari hukum.
Belakangan santer diberitakan di berbagai media, dan menjadi
headline di mana-mana adalah kaburnya Gayus dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, tidak melalui pagar pembatas atau mengendap-ngendap melewati penjaga, melainkan menyuap kepala rutan Mako Brimob dengan iming-iming uang sebesar 100juta.
Begitu mulusnya Gayus hingga dia bisa melenggang ke Bali menyaksikan Turnamen Tenis Dunia. Sempat terdengar kabar dalam turnamen tersebut hadir juga Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di tribun penonton, dan terdengar kabar juga disinyalir kaburnya Gayus untuk menemui Ical di Bali.
Sebegitu bobrok-kah penegakan hukum di Negara kita, sungguh hal yang mengiris hati. Pembenahan harus dilakukan terhadap kinerja Polri sebagai penegak hukum, agar kelak para aparat dapat menjadi contoh yang bak bagi generai muda di masa mendatang.
Ayu WulandariJalan Aster No 21Kranggan, Cibubur[email protected]