perusahaan tambang asal Amerika itu.
Sebagai pembanding, saya kembali memasukan key word “Greenpeace Indonesiaâ€, tapi kali ini dengan kata “sawitâ€. Apa yang saya temukan? Ada puluhan, bahkan ratusan berita berisi kritikan keras dan tajam Greenpeace terhadap produk sawit nasional.
Intinya,mereka menuding produksi sawit Indonesia dalam proses produksinya melakukan perusakan lingkungan. Untuk itu, mereka meneriakan penolakan terhadap produk sawit nasional. Tak cukup itu, mereka juga menekan perusahaan-perusahaan asing yang selama ini menjadi mitra dan pemakai
minyak sawit Indonesia, untuk menghentikan kerjasama.
Belum puas juga, Greenpeace juga menekan perbankan asing agar tidak mengucurkan kreditnya kepada petani dan pengusaha sawit nasional dengan dalih yang sama. Yang menjadi pertanyaan saya, ada kepentingan apa Greenpeace begitu keras dan seringnya melontarkan kritik tentang sawit? Namun, di sisi lain, dia terlihat mandul bahkan banci saat menghadapi Freeport?
Tita Yunita, Pagedangan - Tangerang