Akri menilai, persoalan internal partai semakin memburuk karena adanya pemecatan sejumlah pengurus wilayah.
Menurut Akri, langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi Mardiono sekaligus menghilangkan suara kritis dari internal partai.
Ia menyebut surat pemberhentian pengurus DPW NTB ditandatangani langsung Ketua Umum PPP Mardiono bersama Wakil Sekjen DPP PPP Jabbar Idris.
"Surat pemecatan itu ditandatangani oleh Ketua Umum PPP Mardiono dan Wakil Sekjen DPP PPP Jabbar Idris. Dan membuat kondisi PPP NTB kurang kondusif," kata Akri, dikutip Senin 2 November 2026.
Akri menyayangkan keputusan tersebut karena dirinya mengaku telah puluhan tahun menjadi kader dan ikut membesarkan PPP hingga akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD NTB.
Rentetan keberatan dari sejumlah pengurus wilayah itu memperlihatkan konflik internal PPP belum mereda.
Persoalan kewenangan pemberhentian pengurus, legitimasi kepemimpinan, hingga tuntutan evaluasi kepengurusan kini menjadi titik pertarungan politik di internal partai.
BERITA TERKAIT: