Meski demikian, Budi Arie menegaskan keputusan mengenai pasangan yang akan bertarung pada Pilpres 2029 merupakan bagian dari politik praktis dan menjadi hak masing-masing pimpinan bangsa.
"Siapapun nanti di 2029, anggap saja ini semua kompetisi anak bangsa. Menang kalah biasa. Yang penting prinsip berbangsa, bernegara dan kepentingan rakyat ini harus diutamakan," kata Budi Arie di kanal Youtube Hendri Satrio, Rabu, 16 September 2026.
Mantan Menkominfo era Jokowi itu menyebut politik merupakan seni kemungkinan sehingga seluruh konfigurasi pasangan calon masih dapat berubah menjelang Pilpres 2029.
Meski membuka seluruh kemungkinan, Budi Arie secara pribadi menyatakan harapannya agar Prabowo-Gibran dapat melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua.
"Kalau kita mengharapkan begitu," kata Budi Arie.
Namun, ia kembali mengingatkan bahwa sejarah pemilihan presiden langsung sejak 2004 belum pernah mencatat pasangan presiden dan wakil presiden yang maju bersama untuk periode kedua.
"Kalau dilihat dari sejarah, belum terjadi," tandasnya.
BERITA TERKAIT: