Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Minggu, 30 Agustus 2026, 22:49 WIB
Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU
KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf. (Foto: RMOLJatim)
Kecil Besar
rmol news logo Sikap legawa ditunjukkan Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf d tengah dinamika serta hasil Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.
HUT RMOL news

Meski diwarnai polemik Peraturan Perkumpulan (Perkum) iddah politik yang dinilai sengaja diberlakukan untuk mengganjal kandidat tertentu, tokoh muda NU ini justru meminta seluruh pendukung dan simpatisannya tetap tenang menjaga kondusivitas organisasi.

“Perbedaan pandangan dan dinamika merupakan bagian dari proses organisasi. Apa pun hasilnya harus kita sikapi dengan kedewasaan, kejernihan hati, dan tetap mengutamakan kemaslahatan jam’iyah,” tegas Gus Yusuf di Jombang, Minggu, 30 Agustus 2026.

Gus Yusuf mengimbau basis pendukungnya agar tidak terpancing provokasi atau melakukan aksi berlebihan merespons isu penjegalan tersebut.

“Jangan ada tindakan atau pernyataan yang justru mengganggu kondusivitas. Kita jaga marwah para kiai, persaudaraan sesama nahdliyin, dan keutuhan rumah besar NU,” imbaunya.

Ia turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada para kiai, pengurus PWNU, PCNU, hingga barisan relawan yang telah mengawal proses panjang perjuangan tersebut.

Lebih lanjut, Gus Yusuf menegaskan bahwa komitmen pengabdian kepada NU tidak pernah bergantung pada struktur ataupun posisi jabatan semata.

“Khidmat kepada NU tidak bermula dari jabatan dan tidak berhenti karena jabatan. Baik melalui jalur struktural maupun kultural, insyaallah saya akan tetap berkhidmat. NU adalah rumah pengabdian kita bersama,” ungkapnya.

Di tempat sama, Ketua Koordinator Nasional Guyub Nusantara, KH M. Furqon, menilai sikap legawa yang ditunjukkan Gus Yusuf mencerminkan kepemimpinan matang meski diterpa manuver politik di arena muktamar.

Furqon yang mendampingi safari silaturahmi Gus Yusuf ke 464 PCNU se-Indonesia ini menekankan bahwa konsolidasi yang dijalankan selama ini merupakan sarana menyerap aspirasi dan memperkuat jejaring keumatan di tingkat akar rumput.

“Sikap terbaik saat ini adalah mengikuti imbauan beliau: tetap tenang dan menjaga persaudaraan. Safari ke 464 PCNU telah membentuk modal sosial yang kuat. Jabatan boleh datang dan pergi, tetapi khidmat kepada NU harus terus berjalan,” tutur Furqon.

Gus Yusuf pun berharap gelaran Muktamar ke-35 NU dapat ditutup dengan semangat musyawarah dan rekonsolidasi tanpa ada keprihatinan berkepanjangan.

“Kontestasi akan selesai, tetapi persaudaraan dan khidmat tidak boleh berakhir. Saatnya kembali guyub, merawat NU, dan bekerja bersama untuk umat,” pungkasnya. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA