Tiyo Ardianto-Dhana Baswara Godok Gagasan untuk Indonesia Emas 2045

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Senin, 24 Agustus 2026, 11:27 WIB
Tiyo Ardianto-Dhana Baswara Godok Gagasan untuk Indonesia Emas 2045
Tiyo Ardianto-Dhana Baswara. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Dua sosok pemuda ikon perubahan Tiyo Ardianto dan Dhana Baswara bertemu dalam diskusi di Solo belum lama ini dan menemukan kesamaan pandangan tentang pentingnya menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
HUT RMOL news

Tiyo Ardianto merupakan mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dikenal aktif mengembangkan pemikiran kritis mengenai persoalan sosial dan masa depan generasi muda Indonesia. Saat ini, Tiyo tengah menyelesaikan tugas akhirnya.

Sementara Dhana, yang menempuh pendidikan kebijakan publik di Universitas Sussex, Inggris, berbagi pengalamannya tentang bagaimana masyarakat Inggris tetap menjaga tradisi di tengah sistem sosial yang terbuka dan liberal.

Dari diskusi tersebut, keduanya merumuskan gagasan “Archipelagic Thinking” atau berpikir kepulauan. Konsep ini menekankan pentingnya memahami karakter Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki keberagaman dan kekhasan di setiap daerah.

Menurut mereka, kebijakan pemerintah tidak seharusnya diterapkan dengan pola “one size fits all”. Kebijakan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.

Untuk memperkenalkan gagasan tersebut, Tiyo dan Dhana berencana menggelar roadshow ke berbagai daerah di Indonesia. Mereka ingin bertemu dengan generasi milenial dan Gen Z untuk mendengar pandangan mereka tentang masa depan daerah masing-masing.

"Kita akan lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kita ingin mendalami pemikiran anak muda dari seluruh Indonesia mengenai masa depan daerah mereka," ujar Tiyo, Senin, 24 Agustus 2026.

Dhana menambahkan, format roadshow masih akan dibahas, mulai dari bincang terbuka, siniar, hingga dokumenter. Platform media dan siniar RayaTimes yang dirintisnya juga akan menjadi salah satu mitra media.

Tiyo menilai perubahan mendasar diperlukan untuk menghadapi krisis moral dan etika yang terjadi di kalangan elite. Menurutnya, perubahan tersebut harus dimulai dengan menyiapkan generasi baru yang akan memimpin Indonesia pada 2045.

"Krisis ini sudah sangat akut, untuk menyelesaikannya harus dipotong satu generasi. Kita tidak bisa mengharapkan perubahan terjadi dari generasi sekarang, kita harus menyiapkan generasi masa depan," tegas Tiyo.

Ia meyakini keberagaman sosial dan budaya serta kekayaan alam Indonesia merupakan modal besar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Di tangan generasi muda yang punya kesadaran moral dan budaya yang tinggi, potensi Indonesia Emas bisa terwujud," pungkas Tiyo. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA