Kali ini, Anggota Komisi VII DPR-RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menggandeng PT Dharma Lautan Utama (DLU) dan GAPASDAP untuk memberangkatkan 12 truk bantuan kemanusiaan dari Pelabuhan Tanjung Perak.
Memanfaatkan armada kapal DLU, iring-iringan logistik yang mencakup sembako, genset, hingga perlengkapan ibu dan anak ini diharapkan mampu meringankan beban lebih dari 1.000 keluarga terdampak.
Pemilihan Nagekeo sebagai sasaran utama bukan tanpa alasan.
“Nagekeo menjadi prioritas karena informasi yang kami terima, bantuan yang masuk ke wilayah tersebut masih cukup terbatas. Karena itu, kami berupaya mengirimkan bantuan secara langsung agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” ujar BHS, dalam keterangannya dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 22 Agustus 2026.
Agar tepat sasaran, timnya telah melakukan pemetaan secara matang. Pihaknya berkoordinasi dengan posko bencana dan masyarakat di lokasi untuk mengetahui barang apa saja yang paling dibutuhkan para penyintas.
Meskipun infrastruktur darat seperti jalan dan jembatan banyak yang rusak akibat gempa, BHS memastikan timnya akan bekerja keras di lapangan.
Selain kebutuhan pokok, pemulihan psikologis anak-anak turut menjadi prioritas lewat donasi mainan.
“Trauma healing harus menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Anak-anak yang mengalami atau menyaksikan bencana tentu membutuhkan pendampingan agar trauma mereka tidak berlarut-larut,” tutur BHS.
Terkait sektor pendidikan, BHS mendesak pemerintah segera memulihkan fasilitas belajar. “Jangan sampai anak-anak terlalu lama kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan. Sekolah yang rusak harus segera didata dan dilakukan percepatan pembangunan atau perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,” tegasnya.
Ia pun berharap sinergi semua elemen masyarakat makin solid ke depannya. Saat ini, yang paling penting adalah memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi bencana.
"Semua pihak harus bergerak bersama, baik dalam memenuhi kebutuhan dasar, memberikan pendampingan psikologis maupun mempercepat pemulihan infrastruktur dan pendidikan,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: