Penyusun laporan pemantauan BPPTKG, Suratno dan Yulianto, melaporkan ancaman serius dari pergerakan lava pijar sepanjang periode pengamatan satu hari penuh tersebut.
Petugas mengamati terjadi 17 kali guguran lava ke arah Barat Daya. Luncuran lava melintasi alur Kali Sat, Kali Putih, dan Kali Krasak. Jarak luncur maksimum guguran tersebut mencapai 2.000 meter dari puncak.
"Potensi bahaya dari guguran lava ini sangat tinggi. Data pemantauan memastikan suplai magma di dalam perut gunung masih terus berlangsung," tulis Yulianto dalam laporannya, dikutip Senin, 14 September 2026.
Aktivitas ini dapat memicu terjadinya awan panas guguran sewaktu-waktu di dalam daerah bahaya.
Aktivitas kegempaan Merapi juga didominasi oleh gempa guguran selama 24 jam pemantauan. Petugas mencatat 88 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 41 milimeter. Durasi gempa berlangsung antara 31,51 hingga 187,74 detik.
Selain itu, terjadi 59 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak. Amplitudo gempa ini berkisar 2 hingga 43 milimeter dengan jeda waktu S-P 0,2 hingga 0,8 detik dan durasi 8,13 hingga 53,7 detik. Terdata pula 1 kali gempa Tektonik Jauh beramplitudo 4 milimeter berdurasi 87,11 detik.
Cuaca di sekitar area gunung dipantau berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara berada pada rentang 17,8 hingga 28 derajat Celsius. Kelembaban udara berada di angka 34,9 hingga 79 persen. Tekanan udara terukur antara 874,2 hingga 919,1 mmHg.
Visual puncak gunung selama periode jam pengamatan terlihat jelas hingga tertutup kabut skala 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi. Ketinggian asap membumbung 25 hingga 200 meter di atas puncak.
Sektor selatan hingga barat daya menjadi kawasan paling rawan. Sungai Boyong berbahaya hingga jarak 5 kilometer. Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng rawan dilintasi awan panas hingga jarak 7 kilometer.
Pada sektor tenggara, potensi bahaya mengancam Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer. Jika terjadi erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan sanggup menjangkau radius 3 kilometer.
Ancaman bahaya lahar dingin dan awan panas guguran meningkat drastis saat hujan turun di seputar puncak Merapi. Masyarakat juga diminta mengantisipasi potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
BERITA TERKAIT: