Namun menurut pengamat politik Nurul Fatta, hal tersebut tidak otomatis membuat basis suara Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani berpindah kepada Kaesang.
"Kaesang tentu punya loyalis sendiri, begitu juga Puan Maharani. Saya rasa tidak perlu diragukan lagi Kaesang bisa meraup suara banyak di 2029, itu kemungkinan yang cukup besar," ujar Fatta kepada RMOL, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurutnya, peluang Kaesang diperkuat dengan faktor geografis dan rekam jejak politik keluarga Jokowi di wilayah tersebut. Selain berasal dari Solo, Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga pernah memimpin Kota Solo sehingga memiliki basis dukungan di Jawa Tengah.
"Apalagi memang daerah asal Kaesang, belum lagi Pak Jokowi dan Gibran pernah memimpin Solo, ya memang basis mereka juga," katanya.
Meski demikian, Fatta mengingatkan tantangan terbesar bukan hanya bagaimana Kaesang mendapatkan suara pribadi, tetapi juga memastikan PSI mampu melewati ambang batas parlemen dan lolos ke Senayan.
"Yang perlu dipikirkan sekarang, bagaimana PSI bisa lolos ke Senayan. Kaesang sudah jadi barang tentu, tapi apakah itu otomatis bisa mengambil ceruk suara Puan? Belum tentu," jelasnya.
Fatta menilai Dapil V Jawa Tengah memiliki karakter politik yang unik. Wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis kuat PDI Perjuangan atau "Kandang Banteng" tersebut, menurutnya, juga mulai memiliki ruang bagi kekuatan politik lain.
"Kalau Dapil V Jateng ada istilah Kandang Banteng, ya di sana sekaligus jadi rumah Gajah, meskipun belum jadi kebun Gajah," pungkas Nurul.
BERITA TERKAIT: