Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana, Bahas KDKMP

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 23 Juli 2026, 13:48 WIB
Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana, Bahas KDKMP
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 23 Juli 2026. 

Rapat terbatas tersebut diperkirakan membahas percepatan pelaksanaan program strategis pemerintah, terutama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Prabowo dalam memperkuat ekonomi desa.

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko PM Muhaimin Iskandar, Menko PMK Pratikno, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan
 Menko Pangan Zulkifli Hasan.

Kemudian hadir pula Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko, hingga Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto.

Sebelum memasuki ruang rapat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui secara pasti materi yang akan dibahas Presiden. Meski demikian, ia menduga agenda utama berkaitan dengan Koperasi Desa Merah Putih. 

"Koperasi desa merah putih, sepertinya itu. tapi saya belum tau betul, saya bawa bahan aja yang banyak," ujar Purbaya kepada wartawan di kompleks Istana. 

Saat ditanya mengenai kemungkinan peluncuran ribuan tambahan titik KDKMP secara serentak, ia juga mengaku belum tahu.

Sementara itu, Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto menegaskan rapat di Istana merupakan bagian dari evaluasi rutin Presiden terhadap berbagai program prioritas nasional. 

"Ya prinsipnya setiap saat kan Pak Presiden itu selalu meluncurkan program-program strategis. Dan tentunya banyak hambatan-hambatan, gangguan-gangguan teknis, ya itu selalu dievaluasi. Makanya beliau, ya, setiap saat mengevaluasi MBG ya, atau BGN, Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan, dan lain sebagainya," kata dia.

Aris menambahkan, tujuan utama evaluasi tersebut adalah memastikan seluruh program strategis pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. 

"Pada prinsipnya bagaimana program strategis Bapak Presiden itu bisa sampai ya, langsung dirasakan ke seluruh masyarakat Indonesia. Pemerataan pembangunan, seperti itu. Dan ini tentunya setiap saat ya, evaluasi ini melibatkan berbagai macam kementerian dan lembaga terkait," pungkasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA