Pengamat politik sekaligus Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai perbedaan posisi duduk tersebut memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik.
"Jangan-jangan ini menjadi tanda-tanda bahwa posisi wakil presiden semakin terpinggirkan, tidak mendapatkan tempat, dan seterusnya," kata Adi melalui kanal YouTube miliknya, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurut Adi, di media sosial bahkan berkembang narasi yang mengaitkan pengaturan posisi duduk tersebut dengan hubungan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
"Ada juga di media sosial yang membangun narasi, jangan-jangan ini menjadi garis tegas bahwa sebenarnya hubungan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.
Meski demikian, Adi mengingatkan bahwa spekulasi tersebut belum tentu benar. Ia juga mengutip penjelasan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang menegaskan pengaturan posisi duduk dalam sidang kabinet semata-mata dilakukan karena kebutuhan teknis dan tidak berkaitan dengan persoalan politik.
Kendati demikian, Adi mengakui isu tersebut telah berkembang menjadi perbincangan hangat di media sosial.
"Tentu saya tidak mau berspekulasi. Tapi sebagai warga negara biasa tentu berharap semoga semuanya baik-baik saja, dan rasa-rasanya hubungan Presiden dan Wakil Presiden itu baik-baik saja," tandasnya.
BERITA TERKAIT: