Padahal kehadiran para pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) semula ditujukan untuk mengikuti sosialisasi dan konsolidasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.
Namun, forum tersebut berubah ketika muncul deklarasi dukungan kepada KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai calon Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. Situasi itu memicu protes dari sejumlah peserta yang menilai agenda deklarasi tidak pernah disampaikan dalam undangan
Dalam forum yang digelar pada Selasa, 21 Juli 2026 tersebut, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, tidak tampak hadir.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU sekaligus Sekretaris Steering Committee (SC), Prof. KH Muhammad Nuh, hadir untuk menyampaikan sosialisasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dan tidak menyinggung pencalonan Ketua PWNU Jawa Timur Gus Kikin sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Sebelumnya, dalam sejumlah kesempatan, KH Abdul Hakim Mahfudz menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. Menurutnya, langkah tersebut merupakan amanah yang diberikan PWNU Jawa Timur dan didukung oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur menjelang Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung di Jombang pada Agustus 2026.
“Saya nyatakan saya tidak akan mencalonkan diri. Kalau saya ditugaskan ya mau tidak mau memang harus terima. Oleh karena itu saya sampaikan, saya nyatakan saya bersiap-siap," kata Gus Kikin saat jumpa pers di Kantor PWNU Jawa Timur.
Gus Kikin pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Pj) Ketua PWNU Jawa Timur setelah ditunjuk PBNU menggantikan KH Marzuki Mustamar yang diberhentikan pada 28 Desember 2023.
Selanjutnya, dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Jawa Timur yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, pada 3 Agustus 2024, Gus Kikin ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua PWNU Jawa Timur masa khidmat 2024-2029.
Menjelang dua tahun kepemimpinannya, Gus Kikin kini mendapat penugasan dari PWNU Jawa Timur untuk maju sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU.
Namun, penugasan tersebut memunculkan beragam tanggapan di internal NU Jawa Timur.
Sejumlah pengurus wilayah dan pengurus cabang berharap Gus Kikin tetap memusatkan perhatian pada penguatan organisasi di tingkat provinsi hingga masa khidmatnya berakhir. Mereka menilai masih terdapat sejumlah agenda organisasi dan program yang perlu diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan oleh jam'iyah dan jamaah di Jawa Timur.
Harapan tersebut muncul mengingat Jawa Timur merupakan basis terbesar Nahdlatul Ulama yang selama ini dikenal aktif melahirkan berbagai program dan gerakan organisasi. Karena itu, sebagian kalangan berharap kepemimpinan PWNU Jawa Timur dapat meninggalkan capaian dan program yang menjadi warisan (legacy) bagi keberlanjutan organisasi di masa mendatang.
BERITA TERKAIT: