Demokrasi Butuh Oposisi untuk Koreksi Pemerintah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Selasa, 21 Juli 2026, 09:33 WIB
Demokrasi Butuh Oposisi untuk Koreksi Pemerintah
Komika Pandji Pragiwaksono di Podcast YouTube Hendri Satrio Official. (Foto: tangkapan layar)
Kecil Besar
rmol news logo Komika Pandji Pragiwaksono mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap partisipasi politik berhenti setelah menggunakan hak pilih dalam pemilihan umum. Menurutnya, demokrasi menuntut keterlibatan publik untuk terus mengawasi jalannya pemerintahan.

“Banyak orang berpikir ketika dia sudah memilih, selesai pekerjaannya. Padahal ada tanggung jawab kita juga dalam pengawasan, dalam mengkritik,” ujarnya lewat Podcast YouTube Hendri Satrio Official, Selasa, 21 Juli 2026.

Pandji juga menolak pandangan yang menempatkan oposisi sebagai sesuatu yang selalu negatif. Menurut dia, oposisi dibutuhkan agar proses pengawasan dan koreksi terhadap pemerintah tetap berjalan.

“Sekarang kan ada anggapan oposisi itu buruk. ‘Kalau mau, kita semua kekeluargaan aja,’ gitu. Padahal oposisi kan cara kita mengontrol, cara kita menegur, dan baik sebenarnya,” kata Pandji.

Ia menambahkan, setiap warga berhak mengkritik presiden, terlepas dari pilihan politiknya dalam pemilu. Kritik tersebut merupakan bagian dari pengawasan masyarakat terhadap pemerintah.

“Gue mah milih nggak milih, golput nggak golput, presiden gue mah wajar aja untuk gue kritik. Orang duit pajak gue dia yang kelola,” tandas Pandji. rmol news logo article



Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA