Konflik Antarlembaga Penegak Hukum Untungkan Pelaku Korupsi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Sabtu, 11 Juli 2026, 04:42 WIB
Konflik Antarlembaga Penegak Hukum Untungkan Pelaku Korupsi
Gedung Promoter Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan dijaga puluhan anggota Brimob bersenjata lengkap pada Jumat petang, 10 Juli 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio Putra)
rmol news logo Dinamika yang berkembang antara Polri dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan TNI tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sebab, setiap gesekan antarlembaga penegak hukum dan pertahanan hanya akan menguntungkan pihak-pihak yang selama ini berupaya menghindari proses hukum, terutama pelaku korupsi.

Demikian dikatakan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, dikutip Sabtu 11 Juli 2026.

Amir menegaskan bahwa Polri, Kejagung dan TNI merupakan tiga institusi strategis negara yang memiliki fungsi berbeda, namun saling melengkapi dalam menjaga stabilitas nasional, penegakan hukum, serta keamanan negara.

“Institusi negara jangan mau dibenturkan dan diadu domba. Yang harus menjadi musuh bersama adalah korupsi, bukan sesama aparat negara,” kata Amir.

Menurutnya, dalam perspektif intelijen, setiap konflik antarlembaga harus dibaca secara lebih luas daripada sekadar persoalan hukum atau ego sektoral. 

Gesekan yang terus dipertontonkan kepada publik berpotensi dimanfaatkan oleh jaringan korupsi yang selama ini merasa terancam oleh agenda pemberantasan korupsi.

“Semakin besar energi aparat tersita untuk konflik internal, semakin besar ruang bagi para koruptor untuk menyusun strategi perlindungan,” pungkas Amir.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA